Ekologi Intersubjektif: Pertarungan Bahasa antara Ilmu dan Cerita

ilustrasi: indonesiakaya Ruang Tak Terlihat yang Menata Perilaku Di banyak wilayah, khususnya di Pulau Jawa, nama Nyai Roro Kidul muncul bukan sebagai kisah pinggir jalan. Ia muncul bersama suara ombak, bersama cara orang tua melarang anak bermain terlalu dekat dengan air, bersama upacara kecil untuk menata hubungan antara manusia dan laut. Sosok ini hidup bukan […]

Soekamti & Sampan Kayu

Hudson River, Logging (1891-1892) Sudah berapa lama Soekamti tak tahu pasti. Ia telah menyasarkan diri ke lautan ketika terseret ombak sejak entah kapan, Soekamti tak pernah tahu pasti. Ia sendirian. Mengarungi lautan yang luas dan barangkali tak berujung. Tanpa arah kesimpulan yang jelas dan tak terbatas. Kendati demikian, Soekamti tak pernah hilang harapan. Asa selalu […]

Kebun Gersang di Matamu dan Puisi Lainnya

Childe Hassam (1859-1935) Sebuah Surat telah sampai kepadakusebuah surat yang beralamatkannamamu kekasih, kekasihku ketika kubaca satu per satuhuruf-huruf itukebun gersang di matamu telah selesai kubacasebuah surat yang diperuntukankepadamu kekasih, kekasihku walau seribu masa silamkian memburudengan puisi kutantang waktu Kebun Gersang di Matamu menangislah dan jadilah hujanbagi bunga-bunga yang layudahaga di relung hatimu menangislah dan jadilah […]

Nomenklatur Sunda: Ambang Batas Realis dan Surealis

A Mountain Landscape With Creek 1808-1888 Ada sesuatu yang cukup menggelitik dalam cara orang Sunda menamai tempat. Nama-nama itu sering terdengar aneh, lucu, bahkan “jorok”. Namun mungkin justru di situlah letak kebijaksanaannya. Dalam dunia yang cenderung menuntut kesopanan bahasa, orang Sunda justru menunjukkan keberanian untuk menamai sesuatu apa adanya—jujur, spontan, dan tanpa basa-basi. Di balik […]

Citeureup dan Puisi Lainnya

Nicholas Chevalier (1828 – 1902) Citeureup jauh sebelum Ibu bernama kisahkuhanyutkan hidupku ke tepianCiteureup yang agung dan banjir membawaku sampaike kelokan muara Cisadaneyang dalam arusnya menenggelamkaningatanku tentangwajahmu; ingatan masa silamku, Ibuingatan tentangmu lenyapbersama batu-batujauh di dasar sungaiairmataku. : sekarang Ibu adalah Dayang Sumbisekarang Ibu adalah mitologisedang aku adalah Sangkuriangsedang aku telah menjadi dendangkehancuran yang tak […]

Melihat Indonesia dari Kota Hujan: Orasi Arus Bawah III

Demonstration (1925) “Who do you call when the police murder?” Suatu pertanyaan yang tak jarang timbul-tenggelam ketika kita berselancar di dunia maya. Satu pertanyaan sederhana yang masuk akal di dalam kepala. Kemudian, menerbitkan pertanyaan kembali di sana, harus mencari perlindungan ke mana ketika pihak yang semestinya melindungi dan memberikan rasa aman, justru merekalah yang melakukan […]

Husni Luka Parah

Dia yang berjalan mengembarai kehidupan. Adalah dia yang sepanjang hidupnya menjelajahi dunia hina dina, hanya untuk sekedar menertawakannya, karena dia telah menempuh semua perjalanan. Dia berjalan dengan kaki kesejatian. Dia berjalan dengan tangan kemerdekaan. Dia berjalan dengan kepala kesadaran. Tetapi ternyata, dia lebih banyak berjalan melalui lintasan-lintasan pikirannya. Dia meladeni derita dunia. Memberi suara pada […]

Melihat Indonesia dari Kota Hujan: Orasi Arus Bawah II

store in the rain (1927) “Amnesia sejarah menjadi fenomena yang berbahaya, bukan hanya karena menggerogoti integritas moral dan inetelektual, melainkan juga karena menjadi dasar bagi kejahatan yang terentang pada masa depan.” Tulis Noam Chomsky dalam buku Who Rules The World. Saudara-saudari, jika boleh terus terang, saya ingin mengatakan bahwa sejarah telah banyak mengajarkan kita bagaimana […]

Melihat Indonesia dari Kota Hujan: Orasi Arus Bawah

dok. aksikamisanbgr kengkawan, mari kita ingat sebentar, ada satu metode yang dulu mengubah arah sejarah negeri ini.  vincent bevins menyebutnya jakarta method.sebuah operasi senyap, sistematis, yang melumpuhkan bukan hanya tubuh,tetapi juga pikiran, imajinasi, dan solidaritas. enam puluh tahun lalu, metode itu menangkapi ribuan,membungkam jutaan, membuat satu generasi gemetar.dan hari ini, setelah 60 september kemudiankita masih […]

Purasari dan Puisi Lainnya

River landscape with iron mining scene (1611) Cigoong 0hanya nestapa yang relamerangkai cerita ketika Budug Basu merajaialam para binatangia adalah kesia-siaanyang tertimbun di undakankehampaan sebab hanya angin & kabutyang mampu menabuh padi-padi& membelai dewi sri sebab hanya angin & kabutyang dari waktu ke masamampu meluluhlantahkanpuncak tertinggi keberadaancinta : sementara kekuasaan hanya derita—fitrah muasal prahara& begitulah […]