Gotrasawala

5. Gotrasawala

Rubrik umum di luar tema Bogor, yang memiliki sub-rubrik Nusantara, Samastabhuana, dan Kala-pa. Rubrik ini di-ilham-naungi dari reaksi pembacaan atas kerja polemik wangsakerta yang dalam ceritanya mengadakan suatu gotrasawala (simposium/sarasehan?) antara para ahli (sejarah) dari seluruh Nusantara, yang hasilnya disusun dan ditulis menjadi naskah-naskah yang sekarang dikenal sebagai Naskah Wangsakerta. Dengan demikian, rubrik ini menampung segala catatan dan karya di luar tema Bogor itu sendiri: pusaran kenusantaraan dalam keindonesiaan.

  • Nusantara merupakan wahana yang menampung kerja catatan (opini, esai, dan sejenisnya) mengenai kesejarahan dan kebudayaan kota-kota yang hari ini dinaungi Indonesia.
  • Samastabhuana merupakan wahana yang menampung kerja catatan tentang apa saja, (kelanjutan dari sejarah-budaya: yang terjadi dewasa ini) misal dari membaca sastra indonesia, sastra daerah, filsafat timur maupun barat, berita jurnalistik fenomena-peristiwa yang terjadi di indonesia, perpolitikan nasional, dan sebagainya, pokoknya wahana semesta keindonesiaan itu sendiri dalam kerja berpikir-merasai dalam suatu tulisan.
  • Sedangkan Kalapa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya–dan sejenisnya.

5. Gotrasawala

Rubrik umum di luar tema Bogor, yang memiliki sub-rubrik Nusantara, Samastabhuana, dan Kala-pa. Rubrik ini di-ilham-naungi dari reaksi pembacaan atas kerja polemik wangsakerta yang dalam ceritanya mengadakan suatu gotrasawala (simposium/sarasehan?) antara para ahli (sejarah) dari seluruh Nusantara, yang hasilnya disusun dan ditulis menjadi naskah-naskah yang sekarang dikenal sebagai Naskah Wangsakerta. Dengan demikian, rubrik ini menampung segala catatan dan karya di luar tema Bogor itu sendiri: pusaran kenusantaraan dalam keindonesiaan.

  • Nusantara merupakan wahana yang menampung kerja catatan (opini, esai, dan sejenisnya) mengenai kesejarahan dan kebudayaan kota-kota yang hari ini dinaungi Indonesia.
  • Samastabhuana merupakan wahana yang menampung kerja catatan tentang apa saja, (kelanjutan dari sejarah-budaya: yang terjadi dewasa ini) misal dari membaca sastra indonesia, sastra daerah, filsafat timur maupun barat, berita jurnalistik fenomena-peristiwa yang terjadi di indonesia, perpolitikan nasional, dan sebagainya, pokoknya wahana semesta keindonesiaan itu sendiri dalam kerja berpikir-merasai dalam suatu tulisan.
  • Sedangkan Kalapa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya–dan sejenisnya.