Mengajarkan Kritik Sastra sebagai Pembelajaran Transformatif

Sebastian Stoskopff (1597-1657) Mengajarkan kritik sastra bukan perkara memperkenalkan sebanyak mungkin teori kepada mahasiswa. Ruang kuliah bukan arena untuk menghafal nama tokoh, aliran, atau konsep-konsep yang kerap terdengar asing di telinga. Kritik sastra justru menemukan denyutnya ketika mahasiswa mulai menyadari bahwa setiap karya sastra menyimpan cara tertentu dalam memandang manusia dan kehidupan. Sebuah cerpen, puisi, atau … Baca Selengkapnya

Tunggu Puisi Memainkannya

..…jika ada tanya “siapa kamu?”menunduklah karena malu, dan bersabarlahsebaik-baiknya jawaban, “maaf aku belum menjadi aku! belum menjadi…(Uki Bayu Sedjati) Syahruljud Maulana melalui alih-wahana atas puisi-puisi Uki Bayu Sedjati, bagi saya, sedang mencoba mempertemukan dimensi kedirian berbagai puisi dalam satu pertunjukan dengan memberikan mereka (puisi-puisi itu) sebuah tubuh; memberi mereka lawan bicara; memberi mereka topeng; memberi … Baca Selengkapnya

Pelajaran dari Seorang Dalang untuk Dunia Kepelatihan

Honoré Daumier 1808-1879 Seusai sarapan pagi ini, lalu bergegas mencari bakul kopi yang ready. “Mas, pesen kopi gayo jangan dikasih gula ya. Matur nuwun.” Setelahnya, saya ambil bagian daripada pengunjung bakul kopi yang cukup terkenal di Kota Kretek ini. Saya duduk di sudut. Sialnya saya sendiri, tanpa seorang kawan apalagi perempuan. Sembari menunggu pesanan datang, … Baca Selengkapnya

Mata Kosong

Jacob Appel (1680-1751) Sebuah foto rumah rakit dengan aku memegang dua bilah kayu. Papan kayu melayang dari satu tangan ke tangan lainnya. Berakhir di perbatasan antar sungai dan darat, disusun rapi menopang pondasi yang telah menancap di dasar sungai musi. Aku sebagai titik akhir untuk menyusun papan kayu tersebut, sebelum sebuah rumah dipindahkan di atas … Baca Selengkapnya

Jam Saku Thomas Karsten

Eduard Majsch (Austria, 1841 – 1904) Laras detik jam saku perak itu tidak pernah berbohong. Bagiku, denting satu-dua, satu-dua yang beresonansi di dalam cangkang logamnya adalah debar jantung Thomas Karsten yang tertinggal di Semarang. Di bawah temaram lampu minyak yang bergoyang di langit-langit berjamur, aku menatap rancangan penataan Oudstadt—Kota Lama. Lembar-lembar kalkir itu sudah menguning, … Baca Selengkapnya

Membaca Buitenzorg: Semiotika Latar dalam Bunga Roos dari Cikembang

Johan Conrad Greive (Belanda, 1837–1891) Ketika membaca sebuah novel, pembaca sering kali lebih tertarik pada tokoh dan alur cerita daripada latar. Tokoh dianggap sebagai penggerak cerita, sementara latar hanya dipahami sebagai tempat peristiwa berlangsung. Padahal, dalam banyak karya sastra, latar tidak pernah benar-benar netral. Ia bukan sekadar ruang yang ditempati tokoh, melainkan sistem tanda yang … Baca Selengkapnya

Kertas dan Utas Kematian

Egon Schiele (Austria, 1890-1918) Kertas tergeletak 1. Tahun lalu meja makan sepi, seperti jalanan di waktu malam. Hanya ada tumpahan minyak bekas ikan goreng, juga beberapa nasi tercecer mengeras. Aku akan bercerita tentang hidupku, yang berubah, yang lalu, yang tiba-tiba. Semua berubah sedemikian cepat, buru-buru, dadakan, dan kilat. Semua mengenalku akhirnya. Tapi, perkenalanku ke khalayak … Baca Selengkapnya

Digulirkan oleh Kata-Kata

Karena telat, saya tidak menonton pentas studi—seperti yang sudah-sudah—perpanjangan pertunjukannya adalah diskusi, namun terkadang lebih mirip evaluasi celaan, kritik hinaan, komentar rendahan, dan segala puja-puji langitan maupun yang membumi tanpa memahami bargaining position satu sama lain. Ujug-ujug sekali sebagai orang yang tidak jelas ini, saya diminta hadir untuk membersamai lingkaran tersebut, padahal sedikitpun saya tidak … Baca Selengkapnya

Sang Juara Kesetiaan dan Maestro Pelayanan: Tribute To Pakde Uki

ilustrasi: bowo wijoyo Samar-samar saya mengenal Pakde Uki. Mungkin sebatas bayang-bayang kalau bukan hanya kabut menyerupai. Namanya tidak asing bagi orang yang suntuk baca buku teater dan sastra. Begitupun perjumpaan saya dengannya paling pol tegur sapa ungkap kabar, belum cukup intens berinteraksi lebih jauh. Jadi tidak ada kepantasan sedikitpun pada saya untuk mengakui diri bahwa … Baca Selengkapnya

Menyunting Tuhan di Atas Meja Pualam

Di hadapanku, layar berpendar biru fajar─warna yang hakikatnya sudah lama punah dari cakrawala kota ini, terkubur di bawah jelaga industri dan iklan holografik yang meneriakkan keabadian. Aku duduk di depan konsol Adicitra, sebuah mesin yang lebih menyerupai altar ketimbang alat medis. Di dalam perut mesin itu, dalam tabung kaca berisi cairan amnion sintesis beraroma melati, … Baca Selengkapnya