PEKAN SASTRA BOGOR 2026: “APA, SIAPA, & BAGAIMANA SASTRAWAN BOGOR?”

BOGOR, 15 September 2026 — Lapak Baca Bogor akan menyelenggarakan Pekan Sastra Bogor 2026 pada 19–20 September 2026. Mengangkat tema “Apa, Siapa, & Bagaimana Sastrawan Bogor?”, kegiatan ini akan berlangsung di Perpustakaan & Galeri Kota Bogor. Pekan Sastra Bogor 2026 didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan dalam Program … Baca Selengkapnya

Di Sukajaya dan Puisi Lainnya

Ruth M. Barnes (1937) Mak Nati Sulit membicarakan tempat semacam ini hanya dengan bahasa kepemilikan, Mak Nati tubuhnya pagi itu menggigil tetapi ia tetap membolak-balik tanah, menjadi pencerita ulung untuk sayurannya, ia menciptakan kehidupan di atas tanah pertiwi meski sang ibu bumi badannya terampas oleh para centeng. Mak Nati menyingkap bibir langit; lihat dan kenangkanlah … Baca Selengkapnya

Demokrasi yang Tersesat di Jalan Retorika: Ketika Red Herring Menjadi Bahasa Kekuasaan

James C.Kulhanek (1908 – 1990) Istilah red herring telah dipopulerkan oleh William Cobbett pada awal abad ke-19. Ia menceritakan bagaimana ikan haring asap berwarna merah yang berbau sangat menyengat dapat mengalihkan jejak anjing pemburu. Lambat laun, kisah tersebut berkembang menjadi gaya bahasa bagi strategi mengalihkan perhatian dari persoalan utama menuju isu lain yang lebih emosional atau … Baca Selengkapnya

Satu Jam Saja

Paul Gauguin (1848-1903) Aku sudah memutuskan untuk berhenti berjudi, mabuk-mabukan, dan tentu juga cimeng. Tidak mudah memang. Kupikir, ini akan membutuhkan waktu yang panjang bahkan sampai ujung hayatku. Aku bukan pengecut yang bisa berhenti dari segalanya sekaligus dalam satu malam seperti orang-orang di film yang tiba-tiba melihat cahaya dan menangis di kamar mandi. Waktu awal-awal menjauh … Baca Selengkapnya

Ki Warga Membicarakan Polemik Sajak Sunda

Dalam Ensiklopedi(a) Sastra Sunda (1987)1, dijelaskan bahwa Majalah Warga terbit di Bogor mulai tahun 1951; terbit tiga kali dalam sebulan (setiap tanggal 10, 20, dan 30). Sekalipun bersifat majalah umum, Majalah Warga cenderung memberi tempat yang leluasa untuk karya-karya kreatif. Pengasuh majalah ini ialah Nanie Sudarma, yang juga seorang pengarang. Hampir setiap nomor memuat karangan-karangan … Baca Selengkapnya

Nyi Mangle Lahir dari Rasa Kecewa

cover majalah mangle edisi 1 Saya percaya bahwa masyarakat Jawa Barat ketika mendengar atau membaca nama Manglé, sudah pasti akan langsung tertuju pada majalah berbahasa Sunda. Sebuah majalah yang walaupun jalan hidupnya tertatih-tatih, kini tetap bertahan. Karena sejak 1957 hingga hari ini, walau berubah secara lokasi terbitan dan struktur kelola-redaksinya, Mangle masih terbit-beredar sebagai ruang … Baca Selengkapnya

Pemanggungan Puisi: Mengungkap yang Tak Terucapkan

Nicolaes Muys (1740 – 1808) Satu di antara alat yang dipergunakan oleh umat manusia untuk kembali menghubungkan dirinya kepada Tuhan seru sekalian alam kehidupan dan untuk saling menyambungkan dirinya satu sama lain adalah kata. Tatkala sejumlah kata dirangkai, disusun, dan dikomposisikan untuk mewakili dan menyampaikan suatu makna, kita menyebutnya kalimat. Kemudian di antara sekian banyak … Baca Selengkapnya

Jibun Sebuah Kisah

Jibun melangkah pelan di ruang panjang dan licin, ingatan terakhir yang dimilikinya adalah tertidur di kapal setelah memakan pil ajaib yang ditemukannya di pesisir. Pil yang jumlahnya ribuan itu disimpannya di tempat rahasia, tak ada yang tahu. Tangannya memegang sisi ruang karet ini, ruang yang dapat memasukkan ribuan ikan sarden. Tetapi ruang ini habis disemprot … Baca Selengkapnya

Pangkas Rambut di Hari Minggu

Aku datang sendiri hari Minggu itu. Tukang cukur itu melihat ke arahku begitu aku masuk. “Anakmu ke mana? Apa dia pergi?” Ada sesuatu di cara dia bertanya yang membuatku berhenti sebentar di ambang pintu. Seolah dia sudah menyusun sendiri ceritanya sebelum aku sempat bicara. Dia mungkin berpikir anakku yang mulai malas ikut ayahnya, atau aku … Baca Selengkapnya

Bogor: Bukti Hidup Ekonomi Budaya versi Prof. Wiendu

Raffles (1835) LEAD “Kekuatan Indonesia bukan di sawit dan tambang. Kekuatan kita ada di budaya, arsitektur, dan pariwisata.” Kutipan tersebut diambil dari tesis Prof. Wiendu Nuryanti dalam Valedictory Lecture di UGM, 28 Juli 2026. Tiga kata kunci itu ternyata sudah 500 tahun dipraktikkan Bogor. Dari Pakuan Pajajaran, ke Buitenzorg, hingga Kota Riset hari ini. Pertanyaannya: … Baca Selengkapnya