Menyunting Tuhan di Atas Meja Pualam

Di hadapanku, layar berpendar biru fajar─warna yang hakikatnya sudah lama punah dari cakrawala kota ini, terkubur di bawah jelaga industri dan iklan holografik yang meneriakkan keabadian. Aku duduk di depan konsol Adicitra, sebuah mesin yang lebih menyerupai altar ketimbang alat medis. Di dalam perut mesin itu, dalam tabung kaca berisi cairan amnion sintesis beraroma melati, … Baca Selengkapnya

Tunggu Tanggal Mainnya: Puisi Hidup Uki Bayu Sedjati

ilustrasi: bowo wijoyo Ada banyak ragam upaya untuk mengenang kepergian seseorang yang amat sangat kita cintai dan sayangi. Andaikan saya anggota ormas, akan saya bikin acara untuk mengenang ketua ormas. Andaikan saya seorang jamaah suatu pengajian, akan saya gelar shalawatan untuk menakzimi sang guru. Andaikan saya pemain bola, akan saya buat laga persahabatan untuk menghormati … Baca Selengkapnya

Manabaya dan Puisi Lainnya

Manabaya 0jika leluhurku bukan siwadan ayahandaku bukan rawanamungkin aku tak akan lahirke duniadalam rahimkematian bunda 00patih sombali! kematian bunda Manondariadalah dendam seumur hidupkukepada para dewa dengarlah, patih sombali! atas nama bunda: akan kutanggungseluruh deritanya: akan kutantang seluruh para dewa di kayangan. 000akulah Manabayaakulah manusiayang lahir dari kematianyang lahir dari luka di sini; di palasari;di bukit … Baca Selengkapnya

Bogor dalam Dunia Kesusastraan Sunda: Sebuah Rekreasi

Pamuka Sekitar tahun 2023 pertemuan awal saya dengan naskah plus kisah Bujangga Manik, melalui buku Tiga Pesona Sunda Kuna (2009) olahan Noorduyn dan Teeuw (yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hawe Setiawan, Undang Ahmad Darsa, dan Tien Wartini). Sejak menuntaskan kisahnya, saya langsung tercengang mendapati kisah salah seorang Pangeran dari Pakuan Pajajaran yang berkelana-mengembara … Baca Selengkapnya

Kalender Rakyat dan Latihan Menguasai Kota

Malam itu, jalanan Bogor bergerak dengan ritme yang berbeda. Arus motor memenuhi jalan-jalan utama. Klakson meraung tanpa jeda bak bahasa baru yang hanya dipahami orang-orang yang sedang bergembira. Anak-anak muda berdiri di pikap sembari mengibarkan bendera biru dan berteriak: Juara. Juara. Juara.  Orang-orang melambatkan kendaraan hanya untuk melihat keramaian lewat. Jalan Pajajaran, SSA, Tugu Kujang, … Baca Selengkapnya

BERGERAK SEREMPAK TANPA TAPAK: DARI SUKAJAYA YANG TETAP NANJEUR DI ATAS TANAH GARAP 

Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, Bogor merayakan ulang tahunnya yang ke-544. Kota Bogor mengusung tema Bogor Nanjeur. Kabupaten Bogor memilih slogan Bergerak Serempak, Nyata Berdampak. Kalimat-kalimat itu terdengar optimistis. Ia dipasang di baliho, media sosial pemerintah, hingga panggung-panggung seremoni. Bogor digambarkan sedang bertumbuh, bergerak, dan berdiri tegak menatap masa depan. Tetapi beberapa kilometer dari … Baca Selengkapnya

E-BOOK SURAT-SURAT UNTUK BOGOR: EDISI HARI JADI BOGOR KE-544

“Yang Lisan” dalam Pucklore adalah energi purba, ia serupa desas-desus di warung kopi, di pos ronda, atau mantra yang diwariskan setengah karena lupa, memori hantu penjaga yang bersembunyi di balik rimbun pohon bambu, atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak-anak kepada neneknya di malam yang diterangi obor sebelum marak tenaga listrik. Hal itu, kami rasa adalah getaran … Baca Selengkapnya

MANABAYA: Posisi dalam Cerita dan Kreativitas Budaya Sunda

Setelah kita membahas tentang teks Sunda Kuno Para Putra Rama dan Rahwana (PRR atau Pantun Ramayana, naskah L 1102), mungkin akan muncul pertanyaan yang menarik lagi semisal: kok bisa beda ya dengan cerita Ramayana yang populer di kalangan masyarakat? Hal itu jelas bisa saja karena kreativitas itu tak terbatas meski di zaman dahulu ketika PRR … Baca Selengkapnya

Ngunggahkeun Pantun kana Seni Panggung Nasional

Saparantos sababaraha lami ngalaman waktos sapertos reureuh heula. Ahir-ahir ieu di kalangan urang Sunda aya deui usalan ngararungkab carios-carios pantun; raehaneun kangge panggungkeuneun, disusun deui didamel lalakon sandiwara. Jalaran eta teh hiji usaha anu sahenteu-henteuna oge ngagaduhan sangkut paut kana sajarah, usaha putra-putri Sunda anu kasebat tadi, aya saena upami kenging perhatosan ti sakur anu … Baca Selengkapnya

BERDIRINYA PAKUAN PAJAJARAN #V

Di Pamoyanan. Sudah berhari-hari Prabu Anom beristirahat, bahkan si Lengser belum juga bangun dari tidur pulasnya serupa kerbau yang mendengkur. Kini, setelah cukup beristirahat, dan usai merumuskan beberapa poin hasil dialognya dengan Resi Handeula Wangi, waktunya Prabu Anom meneruskan pencarian atas apa-apa yang masih diselimuti halimun. Dibangunkanlah si Lengser yang sedang tertidur nyenyak. Namun, si … Baca Selengkapnya