Membaca Buitenzorg: Semiotika Latar dalam Bunga Roos dari Cikembang

Johan Conrad Greive (Belanda, 1837–1891) Ketika membaca sebuah novel, pembaca sering kali lebih tertarik pada tokoh dan alur cerita daripada latar. Tokoh dianggap sebagai penggerak cerita, sementara latar hanya dipahami sebagai tempat peristiwa berlangsung. Padahal, dalam banyak karya sastra, latar tidak pernah benar-benar netral. Ia bukan sekadar ruang yang ditempati tokoh, melainkan sistem tanda yang … Baca Selengkapnya

Kertas dan Utas Kematian

Egon Schiele (Austria, 1890-1918) Kertas tergeletak 1. Tahun lalu meja makan sepi, seperti jalanan di waktu malam. Hanya ada tumpahan minyak bekas ikan goreng, juga beberapa nasi tercecer mengeras. Aku akan bercerita tentang hidupku, yang berubah, yang lalu, yang tiba-tiba. Semua berubah sedemikian cepat, buru-buru, dadakan, dan kilat. Semua mengenalku akhirnya. Tapi, perkenalanku ke khalayak … Baca Selengkapnya

Digulirkan oleh Kata-Kata

Karena telat, saya tidak menonton pentas studi—seperti yang sudah-sudah—perpanjangan pertunjukannya adalah diskusi, namun terkadang lebih mirip evaluasi celaan, kritik hinaan, komentar rendahan, dan segala puja-puji langitan maupun yang membumi tanpa memahami bargaining position satu sama lain. Ujug-ujug sekali sebagai orang yang tidak jelas ini, saya diminta hadir untuk membersamai lingkaran tersebut, padahal sedikitpun saya tidak … Baca Selengkapnya

Sang Juara Kesetiaan dan Maestro Pelayanan: Tribute To Pakde Uki

ilustrasi: bowo wijoyo Samar-samar saya mengenal Pakde Uki. Mungkin sebatas bayang-bayang kalau bukan hanya kabut menyerupai. Namanya tidak asing bagi orang yang suntuk baca buku teater dan sastra. Begitupun perjumpaan saya dengannya paling pol tegur sapa ungkap kabar, belum cukup intens berinteraksi lebih jauh. Jadi tidak ada kepantasan sedikitpun pada saya untuk mengakui diri bahwa … Baca Selengkapnya

Menyunting Tuhan di Atas Meja Pualam

Di hadapanku, layar berpendar biru fajar─warna yang hakikatnya sudah lama punah dari cakrawala kota ini, terkubur di bawah jelaga industri dan iklan holografik yang meneriakkan keabadian. Aku duduk di depan konsol Adicitra, sebuah mesin yang lebih menyerupai altar ketimbang alat medis. Di dalam perut mesin itu, dalam tabung kaca berisi cairan amnion sintesis beraroma melati, … Baca Selengkapnya

Tunggu Tanggal Mainnya: Puisi Hidup Uki Bayu Sedjati

ilustrasi: bowo wijoyo Ada banyak ragam upaya untuk mengenang kepergian seseorang yang amat sangat kita cintai dan sayangi. Andaikan saya anggota ormas, akan saya bikin acara untuk mengenang ketua ormas. Andaikan saya seorang jamaah suatu pengajian, akan saya gelar shalawatan untuk menakzimi sang guru. Andaikan saya pemain bola, akan saya buat laga persahabatan untuk menghormati … Baca Selengkapnya

Manabaya dan Puisi Lainnya

Manabaya 0jika leluhurku bukan siwadan ayahandaku bukan rawanamungkin aku tak akan lahirke duniadalam rahimkematian bunda 00patih sombali! kematian bunda Manondariadalah dendam seumur hidupkukepada para dewa dengarlah, patih sombali! atas nama bunda: akan kutanggungseluruh deritanya: akan kutantang seluruh para dewa di kayangan. 000akulah Manabayaakulah manusiayang lahir dari kematianyang lahir dari luka di sini; di palasari;di bukit … Baca Selengkapnya

Bogor dalam Dunia Kesusastraan Sunda: Sebuah Rekreasi

Pamuka Sekitar tahun 2023 pertemuan awal saya dengan naskah plus kisah Bujangga Manik, melalui buku Tiga Pesona Sunda Kuna (2009) olahan Noorduyn dan Teeuw (yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hawe Setiawan, Undang Ahmad Darsa, dan Tien Wartini). Sejak menuntaskan kisahnya, saya langsung tercengang mendapati kisah salah seorang Pangeran dari Pakuan Pajajaran yang berkelana-mengembara … Baca Selengkapnya

Kalender Rakyat dan Latihan Menguasai Kota

Malam itu, jalanan Bogor bergerak dengan ritme yang berbeda. Arus motor memenuhi jalan-jalan utama. Klakson meraung tanpa jeda bak bahasa baru yang hanya dipahami orang-orang yang sedang bergembira. Anak-anak muda berdiri di pikap sembari mengibarkan bendera biru dan berteriak: Juara. Juara. Juara.  Orang-orang melambatkan kendaraan hanya untuk melihat keramaian lewat. Jalan Pajajaran, SSA, Tugu Kujang, … Baca Selengkapnya

BERGERAK SEREMPAK TANPA TAPAK: DARI SUKAJAYA YANG TETAP NANJEUR DI ATAS TANAH GARAP 

Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, Bogor merayakan ulang tahunnya yang ke-544. Kota Bogor mengusung tema Bogor Nanjeur. Kabupaten Bogor memilih slogan Bergerak Serempak, Nyata Berdampak. Kalimat-kalimat itu terdengar optimistis. Ia dipasang di baliho, media sosial pemerintah, hingga panggung-panggung seremoni. Bogor digambarkan sedang bertumbuh, bergerak, dan berdiri tegak menatap masa depan. Tetapi beberapa kilometer dari … Baca Selengkapnya