Membaca Buitenzorg: Semiotika Latar dalam Bunga Roos dari Cikembang

Johan Conrad Greive (Belanda, 1837–1891) Ketika membaca sebuah novel, pembaca sering kali lebih tertarik pada tokoh dan alur cerita daripada latar. Tokoh dianggap sebagai penggerak cerita, sementara latar hanya dipahami sebagai tempat peristiwa berlangsung. Padahal, dalam banyak karya sastra, latar tidak pernah benar-benar netral. Ia bukan sekadar ruang yang ditempati tokoh, melainkan sistem tanda yang … Baca Selengkapnya

Bogor dalam Fragmen

Ruwatan Tanah Air Beta: Zico Albaiquni Bogor dalam Fragmen I Tetapi memang sudah dimulai sejak zaman raja-raja Eropa dahulu. kota ini hanya berisi peristirahatan dari Witte Paalhingga De Grote Postweg yang memisahkan kota dan desa,miskin dan kaya. lalu dari ribuan generasi, kami adalahsenyatanya wujud tinta kolonial yang permanen dalam lembarannasib buruk. “1817. cahaya matahari terbit menjadi … Baca Selengkapnya

Citeureup dan Puisi Lainnya

Nicholas Chevalier (1828 – 1902) Citeureup jauh sebelum Ibu bernama kisahkuhanyutkan hidupku ke tepianCiteureup yang agung dan banjir membawaku sampaike kelokan muara Cisadaneyang dalam arusnya menenggelamkaningatanku tentangwajahmu; ingatan masa silamku, Ibuingatan tentangmu lenyapbersama batu-batujauh di dasar sungaiairmataku. : sekarang Ibu adalah Dayang Sumbisekarang Ibu adalah mitologisedang aku adalah Sangkuriangsedang aku telah menjadi dendangkehancuran yang tak … Baca Selengkapnya

Purasari dan Puisi Lainnya

River landscape with iron mining scene (1611) Cigoong 0hanya nestapa yang relamerangkai cerita ketika Budug Basu merajaialam para binatangia adalah kesia-siaanyang tertimbun di undakankehampaan sebab hanya angin & kabutyang mampu menabuh padi-padi& membelai dewi sri sebab hanya angin & kabutyang dari waktu ke masamampu meluluhlantahkanpuncak tertinggi keberadaancinta : sementara kekuasaan hanya derita—fitrah muasal prahara& begitulah … Baca Selengkapnya

Tutur Saleh: Semesta Tubuh yang Mengais Suara Rupa Alam Kebudayaan

“Seluruh Mulyaharja bergerak bersama: orang-orangnya, hutan-hutannya, sungai-sungainya—semua bergerak—dalam pertunjukan semesta tubuh yang mengais suara rupa alam kebudayaan: *Sunda. Ini pesta warna. Pesta cahaya. Pesta suara. Pesta gerak. Dan juga pesta makna.” “Hebat! Ide siapa itu?” “Putri Annisa Hendrik. Proyek itu ia namakan, Tutur Saleh: Semesta Tubuh Suara Rupa.” Begitulah, tiba-tiba terngiang dalam benak saya suatu … Baca Selengkapnya

Museum Pasir Angin dan Puisi Lainnya

Village Dancing Girls at Garoet in the Preanger Regency, Java (1891) Museum Pasir Angin telah kubunuh rasa sepilembut sekali dengan bisik angindengan pisau rahasiasimfoni pada suatu masa telah kubunuh rasa sepipelan sekali dalam layar pencariandalam perahu anganandi dermaga batinku —melumat waktu. (2025) Pendopo Malasari segalanya hanya & tak sempat sementara waktu kian berlalumengubur seribu peristiwa … Baca Selengkapnya

Cemplang – Pamijahan dan Puisi Lainnya

Salvador Dali – Dance of Time 1979 Laladon – Cemplang 001sebagai pengamen kita nyanyikan lagu Tuhandengan senar waktu memetik hidup para penumpangdi perjalanan di dalam fragmen volume sesak kendaraanyang memenuhi ruas jalanan kita syukuri kemacetan ini adalah rezekiwalau mata-mata penumpang menikampenuh kecurigaan, kita akhirnya menyadaribahwa jalanan, kendaraan, & Tuhanmenyatu dalam diri kita: Ia hadirdi antara … Baca Selengkapnya

Serpihan Kisah di Kota Pemilik Hujan

ilustrasi cover lagu Kota Pemilik Hujan (Bowo Wijoyo) Ada cinta yang tak terjemahkan/ Pada rindu yang ku-utarakan/ Angin yang membawa kencang/ Harap ku-tinggi menjulang/ Bersahajalah selama-lamanya Mendengar lirik-bait pertama pada lagu terbarunya berjudul Kota Pemilik Hujan, Yudha Bhakti Permana (A Yud) dalam proyek Tunas Muda-nya (Feat. Lenggana) telah membikin saya terlempar jauh ke masa lalu—masa … Baca Selengkapnya

Kepenyairan itu Waktu, Puisi itu Teguh, Tuhan itu?

ilustrasi: bowo wijoyo Beberapa tahun terakhir ini, melewati transisi rezim sustainable (berkelanjutan) dari Jokowi ke Prabowo, dari puisi pada umumnya hingga Tuhan pada khususnya, tidak pernah benar-benar bisa ditemukan dalam policy pemerintahan, tidak pernah sungguh-sungguh tercermin implikasi etiknya dalam jaringan kekuasaan maupun mekanisme perpolitikan. Sudah lebih dari sedasawarsa, Tuhan dan puisi merupakan dua hal yang … Baca Selengkapnya

Lembah itu Bukan Awal, Puncak itu Bukan Akhir

ilustrasi: bowo wijoyo Beberapa tahun lalu, Korrie Layun Rampan pernah menerbitkan sebuah buku bertajuk 80 Sajak Puncak dalam Sejarah Sastra Indonesia (Penerbit Narasi, 2014). Di dalamnya terdapat delapan puluh sajak yang berasal dari delapan puluh sastrawan lintas zaman, lintas generasi. Pada bagian sepatah kata pengarang, Korrie menjelaskan bahwa persiapan membuat buku tersebut tidaklah sebentar. Bukan … Baca Selengkapnya