Di Sukajaya dan Puisi Lainnya
Ruth M. Barnes (1937) Mak Nati Sulit membicarakan tempat semacam ini hanya dengan bahasa kepemilikan, Mak Nati tubuhnya pagi itu menggigil tetapi ia tetap membolak-balik tanah, menjadi pencerita ulung untuk sayurannya, ia menciptakan kehidupan di atas tanah pertiwi meski sang ibu bumi badannya terampas oleh para centeng. Mak Nati menyingkap bibir langit; lihat dan kenangkanlah … Baca Selengkapnya



