Ki Warga Membicarakan Polemik Sajak Sunda

Dalam Ensiklopedi(a) Sastra Sunda (1987)1, dijelaskan bahwa Majalah Warga terbit di Bogor mulai tahun 1951; terbit tiga kali dalam sebulan (setiap tanggal 10, 20, dan 30). Sekalipun bersifat majalah umum, Majalah Warga cenderung memberi tempat yang leluasa untuk karya-karya kreatif. Pengasuh majalah ini ialah Nanie Sudarma, yang juga seorang pengarang. Hampir setiap nomor memuat karangan-karangan … Baca Selengkapnya

Nyi Mangle Lahir dari Rasa Kecewa

cover majalah mangle edisi 1 Saya percaya bahwa masyarakat Jawa Barat ketika mendengar atau membaca nama Manglé, sudah pasti akan langsung tertuju pada majalah berbahasa Sunda. Sebuah majalah yang walaupun jalan hidupnya tertatih-tatih, kini tetap bertahan. Karena sejak 1957 hingga hari ini, walau berubah secara lokasi terbitan dan struktur kelola-redaksinya, Mangle masih terbit-beredar sebagai ruang … Baca Selengkapnya

Bogor: Bukti Hidup Ekonomi Budaya versi Prof. Wiendu

Raffles (1835) LEAD “Kekuatan Indonesia bukan di sawit dan tambang. Kekuatan kita ada di budaya, arsitektur, dan pariwisata.” Kutipan tersebut diambil dari tesis Prof. Wiendu Nuryanti dalam Valedictory Lecture di UGM, 28 Juli 2026. Tiga kata kunci itu ternyata sudah 500 tahun dipraktikkan Bogor. Dari Pakuan Pajajaran, ke Buitenzorg, hingga Kota Riset hari ini. Pertanyaannya: … Baca Selengkapnya

Gerbang Menuju Pakuan Pajajaran

Kisah ini bermula dari Pantun Bogor berjudul Pakujajar di Lawanggintung, yang konon merupakan tuturan Juru Pantun Ki Buyut Bajurambeng. Lakon ini diterbitkan secara berseri oleh Rakean Minda Kalangan di Majalah Langensari, terbit seri pertama pada tahun 1966 No.99. Kini, kisah itu saya ceritakan ulang secara bebas. Selamat menikmati! sebuah persembahan untuk:K i G e m … Baca Selengkapnya

Bogor dalam Dunia Kesusastraan Sunda: Sebuah Rekreasi

Pamuka Sekitar tahun 2023 pertemuan awal saya dengan naskah plus kisah Bujangga Manik, melalui buku Tiga Pesona Sunda Kuna (2009) olahan Noorduyn dan Teeuw (yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hawe Setiawan, Undang Ahmad Darsa, dan Tien Wartini). Sejak menuntaskan kisahnya, saya langsung tercengang mendapati kisah salah seorang Pangeran dari Pakuan Pajajaran yang berkelana-mengembara … Baca Selengkapnya

BERGERAK SEREMPAK TANPA TAPAK: DARI SUKAJAYA YANG TETAP NANJEUR DI ATAS TANAH GARAP 

Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, Bogor merayakan ulang tahunnya yang ke-544. Kota Bogor mengusung tema Bogor Nanjeur. Kabupaten Bogor memilih slogan Bergerak Serempak, Nyata Berdampak. Kalimat-kalimat itu terdengar optimistis. Ia dipasang di baliho, media sosial pemerintah, hingga panggung-panggung seremoni. Bogor digambarkan sedang bertumbuh, bergerak, dan berdiri tegak menatap masa depan. Tetapi beberapa kilometer dari … Baca Selengkapnya

Bogor sebagai Kota Seni Penggagal Rencana

Ödön Tull (1897) Tahun ini, Indonesia, kata orang-orang yang suka menatap langit sambil membuka aplikasi cuaca, sedang kena El Niño. Artinya sederhana: panas lebih panjang. Hujan lebih jarang. Dan manusia mulai akrab lagi sama kipas angin yang bunyinya seperti pesawat mau terbang. Secara teori, El Niño itu emang identik dengan penurunan curah hujan di banyak … Baca Selengkapnya

Jasinga dan Hubungannya yang Silang Sengkarut dengan Bujangga Manik

Syahdan, waktu menjelang lingsir ngulon, tanggal 12 April 2026, saya yang tengah menjalani laku ni’is di rumah Hady, tepatnya di Rongga—Kabupaten Bandung Barat, bak disiram glap seribu. Hal-ihwalnya, kawan saya si filolog sekaligus penyalin lontar kondang ini, ujug-ujug menanyakan suatu pertanyaan di luar dugaan, “apakah kau menemukan Bujangga Manik?”, tepat di sela-sela aktivitas mendongeng saya … Baca Selengkapnya

Melihat Aturan Bekerja Dalam Tubuh

dok. tenupermana Karena sedang di rumah, selasa sore itu saya lari di stadion Leuwiliang. Dan karena kebetulan stadionnya ngga terlalu jauh dari rumah, jadi saya memutuskan berjalan kaki ke sana. Ngga ada rencana khusus. Ngga sedang ngejar target apa-apa. Cuma pengen gerak. Keluar keringet. Lalu pulang. Stadion Leuwiliang sore itu sepi, yang olahraga masih bisa … Baca Selengkapnya

Perjuangan itu Bernama Tiong Hoa Wi Sien Po

dok. halimunsalaka Ketika saya tengah mengumpulkan data-sumber Surat Kabar dan Majalah yang terbit di Bogor (Buitenzorg) pada kurun waktu abad 19 dan abad 20 dengan harapan sekaligus capaian untuk membikin katalogisasi, resensi, dan bahkan tinjauan kritisnya, saya menemukan surat kabar yang cukup menarik perhatian, bernama: Tiong Hoa Wi Sien Po. Tiong Hoa Wi Sien Po … Baca Selengkapnya