BOGOR, 15 September 2026 — Lapak Baca Bogor akan menyelenggarakan Pekan Sastra Bogor 2026 pada 19–20 September 2026. Mengangkat tema “Apa, Siapa, & Bagaimana Sastrawan Bogor?”, kegiatan ini akan berlangsung di Perpustakaan & Galeri Kota Bogor.
Pekan Sastra Bogor 2026 didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan dalam Program Penguatan Komunitas Sastra 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan RI dalam memperkuat kehidupan sastra yang tumbuh dari komunitas dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan kebudayaan.
Dalam rilis resmi Kementerian Kebudayaan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan komunitas sastra adalah penggerak utama ekosistem sastra di berbagai wilayah Indonesia. Komunitas sastra ini menjadi penghubung karya, pembaca, dan ruang tempat lahirnya penulis-penulis muda.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat ekosistem sastra Indonesia, salah satunya dengan mendorong komunitas-komunitas sastra di Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang seiring zaman. Dengan demikian, sastra sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan bisa berperan optimal sebagai sarana mencerdaskan bangsa,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Tema tahun ini berangkat dari pertanyaan tentang keberadaan sastrawan dan perkembangan sastra di Bogor. Bukan hanya siapa yang menulis dan berkarya di kota ini, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh, ruang apa yang membentuknya, serta sejauh mana karya dan pemikiran mereka berhubungan dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Bogor.
“Pekan Sastra Bogor 2026 berangkat dari pertanyaan yang sederhana: sebenarnya, sastra di Bogor tumbuh di mana dan melalui siapa? Selama ini kita lebih sering mengenal sastra dari buku dan nama pengarangnya, sementara orang-orang, komunitas, ruang baca, penerbitan kecil, panggung, hingga peristiwa yang membuat kehidupan sastra itu berlangsung jarang dibicarakan. Pekan Sastra Bogor ingin membuka kembali percakapan itu—bukan untuk membuat daftar siapa yang paling penting, melainkan untuk melihat bagaimana sastra di kota ini terbentuk, berpindah dari satu ruang ke ruang lain, dan terus menemukan pembacanya,” ujar Moch Aldy MA, Project Manager Pekan Sastra Bogor 2026.
Selama dua hari, Pekan Sastra Bogor akan menjadi ruang pertemuan bagi penulis, akademisi, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum. Berbagai kegiatan disusun untuk membuka percakapan mengenai sastra sekaligus memperkenalkan kembali sejarah dan ruang-ruang kebudayaan yang ada di Bogor.
“Programnya kami buat beragam agar publik tidak hanya datang untuk mendengarkan diskusi. Ada wisata sejarah, bazar buku, pameran arsip, pembacaan, pemutaran film, dan panggung pertunjukan. Harapannya, orang bisa menemukan cara masing-masing untuk berjumpa dengan sastra dan memberikan alternatif pemaknaan terhadap Bogor,” kata Reza Yudhistira, Ketua Panitia Pekan Sastra Bogor 2026.
Rangkaian acara akan diisi Diskusi Sastra dan Simposium dengan menghadirkan sejumlah penulis, akademisi, dan pegiat kebudayaan, di antaranya Okky Madasari, Langgeng Prima Adiguna, Bardjan, Moch Aldy MA, Reza Yudhistira, Teguh Tri Fauzi, Feby Indirani, A. April, Tenu Permana dan masih banyak lainnya. Rangkaian diskusi juga akan dilengkapi dengan Chill Reading yang diselenggarakan bersama Bogor Book Party.
Program Wisata Sastra (Bujangga Manik Society) mengajak peserta menyusuri sejumlah ruang penting dalam sejarah Kota Bogor, mulai dari kawasan Hotel Salak, Kebun Raya Bogor, hingga Museum Perjuangan. Perjalanan tersebut dilengkapi zine yang memuat arsip dan catatan sejarah kolektif sebagai panduan untuk membaca kota melalui jejak kebudayaan yang masih tersisa.
Pekan Sastra Bogor juga menghadirkan Bazar Buku yang mempertemukan masyarakat dengan sejumlah penerbit dan penjual buku, sementara itu, Pameran Arsip & Karya Visual akan menampilkan sejumlah dokumen, manuskrip, arsip tertulis, dan materi visual yang berkaitan dengan sejarah serta perkembangan kebudayaan di Bogor pada periode 1950-2025. Kehadiran arsip tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bahwa sejarah sastra tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi juga dalam dokumen, ingatan, dan berbagai jejak yang ditinggalkan para pelaku kebudayaan.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dan dimeriahkan melalui Panggung Rekreatif dan Pemutaran Film yang merupakan hasil kolaborasi bersama Komunitas Film Bogor, Kolektips Cinema Cigombong, Bale Films, dan Agrimovie.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, Pekan Sastra Bogor 2026 diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan antara sastra dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan sastra di Bogor sekaligus membicarakan ke mana ekosistem tersebut akan bergerak.
Pekan Sastra Bogor 2026 terbuka bagi masyarakat umum. Informasi mengenai jadwal, pendaftaran, dan rangkaian kegiatan akan diumumkan melalui akun Instagram Pekan Sastra Bogor.

