Menelan Hari dan Puisi Lainnya

Hermann Max Pechstein (1881 – 1955) Menelan Hari Kutelan semua harigelap berlapis gelap—ẓulumātun ba‘ḍuhā fawqa ba‘d Di dalam perut waktuaku mendengar satu kalimat perlahan:lā ilāha illā anta, subḥānaka Hausku jadi laut tanpa pantaitubuhku tenggelam,nafsu yang kehabisan udara,dan aku tak menemukan apa punkecuali napas yang tersengal-sengal Bukankah Yunus diselamatkanketika ia lenyap dalam pengakuan? Hari ini aku […]