Maharumi dan Puisi Lainnya

(Frank Hector Tompkins 1847-1922) Maharumi kusebut namanya perlahan—nyaris seperti berbisik, sebab aku tahu: Kau Pendengar yang Baik. rindu ini diam-diam tumbuh, di saat jawaban atas doa terasa jauh. berulang kulangitkan, berjuta kali kutasbihkan.waktu, mengajariku satu hal:Kau memberi apa yang aku butuhkan. sebuah penantian barangkali tak ada yang panjang, akulah yang terlalu sering berpikir pendek. harapan […]