Separuh Aku Serupa Bayang-bayang

Ernst Ludwig Kirchner (1880-1938) Aku minum bulandari cangkir retak warisan leluhuryang tak pernah benar-benar mati—hanya pindah alamat ke dalam nadi. Gunung kugulung seperti tikar sembahyang,kuselipkan di bawah ketiak kota.Sungai kusuruh berdiri tegak,ia berubah menjadi tiang listrikyang menyetrum doa-doa setengah matang. Angin hari ini tidak sopan—ia menertawakan bambuyang tumbuh miring karena terlalu lama hormat. Burung bangau […]