Universitas Iib adalah Kemuliaan Hidupnya

Obituari Syamsul “Iib” Maarif Seorang mahasiswa hukum yang ceria datang menemui saya di Rumah Tumbuh Muthmainah (Rutum) hanya untuk belajar (cara membaca puisi) deklamasi sajak. Betapa inkompetensinya orang ini, jika dilihat dari jurusan secara fakultatif. Sudah berapa banyak biaya yang ia keluarkan untuk mengongkosi pertanyaan krusial yang tak seorang dosen hukum pun mampu memberi jawaban […]

Bahasa Waktu dan Puisi Lainnya

Maurice Lalau (1881-1961) Bahasa Waktu Usia terus menggali lubang di pemukiman padat nasibHendak mengubur masa kanak-kanak di samping pohon-pohon harapanApa yang sesungguhnya terjadi pada hidup? Waktu seperti mengendarai mobil masa depandan kau hanya berjalan di trotoar penuh pertanyaanHingga tahun berganti pakaian tergesa-gesa;menampilkan tubuh derita penuh bekas sayatan pisaumimpi yang tinggal karatan Betapa jauh kau hilang […]

Semesta Tubuh di Alam Pertunjukan Hidup Putri Annisa Hendrik

Sejauh pemahaman kami, bahasa tubuh merupakan bahasa purba yang pada perjalanannya mampu beradaptasi dengan berbagai ruang dalam lajur waktu. Bahasa tubuh dalam metode kesenian yang paling sulit diamati tanpa pemahaman terlebih dahulu plus pengamatan yang intens, salah satunya bagi kami adalah seni tari. Di dalam seni tari, segala gerakan tubuh penari menyimpan makna, segala raut-mimik […]

Burung Gereja dan Puisi Lainnya

Johann Baptist Drechsler (1756-1811) Burung Gereja aku membangun sarangdi atap rumah Tuhandari jerami dewi sriyang terhampardi tanah surgawi : sehelai kasih, segumpal kisahkun! jadilah rumah setiap kali aku pulang ke rumah Tuhanorang-orang memandang tajam ke arahkuseakan melempariku batu pertanyaantentang bagaimana caraku sembahyang padahal sembahyangku hanya puisi:membelai angin setiap harimengibas waktu hidup ini. Dengan Puisi Kutantang […]

Jumat dan Puisi Lainnya

Eleanor Fortescue-Brickdale (1871-1945) Izinkan :untuk Andiani Jika ada kilau permata yang lebihterang dari sinar mentari pagibarangkali itu adalahsenyum pada lesung pipimu. Kembang-kembang bersemidalam hangatnya lembayungpagi yang membasuh wajahmudengan keindahan. Izinkan aku memetik setangkaipuisi pada lesung pipimu.Puisi itu akan tumbuh suburdi ladang hatiku, sayang. Purbalingga, 2025 Jumat Seorang bocah kecilyang bersarung lugu itutidak mau mendapatkanimbalan untapada […]

Perjuangan itu Bernama Tiong Hoa Wi Sien Po

dok. halimunsalaka Ketika saya tengah mengumpulkan data-sumber Surat Kabar dan Majalah yang terbit di Bogor (Buitenzorg) pada kurun waktu abad 19 dan abad 20 dengan harapan sekaligus capaian untuk membikin katalogisasi, resensi, dan bahkan tinjauan kritisnya, saya menemukan surat kabar yang cukup menarik perhatian, bernama: Tiong Hoa Wi Sien Po. Tiong Hoa Wi Sien Po […]

FC Rainfall: I Just Can’t Get Enough

FC Rainfall Kawanan Rusa di Bawah Guyuran Hujan: Mencintai dan Melawan Lewat Olahraga Sepak Bola Fc Rainfall dan Deer Troops adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Mereka menyatu dalam gumpalan cinta dan kemuakkan—cinta terhadap sepak bola dan muak terhadap federasi dan pemerintahan. Yap, Fc Rainfall terbentuk dari gumpalan rasa cinta dan kemuakkan yang telah lama […]

Ketika Leluhur Bicara tentang Longsor: Hikmah Warugan Lemah untuk Bogor Modern

dok. Bisma Pranacaraka Di balik kesejukan dan keasriannya, Bogor menyimpan risiko tersembunyi: *longsor. Setiap kali hujan deras mengguyur, kekhawatiran itu muncul. Namun, tahukah kita, ratusan tahun lalu leluhur kita di Pakuan Pajajaran—cikal bakal Bogor hari ini—sudah punya ‘ramalan’ dan ‘peta’ canggih untuk menghindari bencana demikian? Sebuah naskah kuno bernama Warugan Lemah, merupakan kunci dari kearifan yang tak […]

Dialog Jujur dalam Film Materialists

Film yang menggetarkan hati penonton pada keprihatinan: kapitalisme adalah si biang kerok segala-galanya, termasuk soal penjajahan hati dan cinta kita. Pilihan aksentuasi, penggalian bahan, dinamika karakter, dan ragam dialog sangat menentukan sikap keberpihakan (Celine Song a.k.a sutradara) yang terang-terangan dalam dialektika kaya-miskin. Semua “melek”, sistem kapitalisme—melalui pengkondisian gaya hidup suatu masyarakat tertentu—telah memengaruhi persepsi kita […]

RETAK

Vincent van Gogh, First Steps, after Millet. 1890 Di pasar pagi, para nenek masih memanggil perempuan muda yang berkeringat dengan sebutan “anak manis”─seolah itu tugas resmi dari adat. Aku, namaku Rima, berdiri di antara tumpukan kain songket yang baunya bercampur kopra dan minyak wangi lama, merasa seperti benda antik yang diberi label harga tapi tak […]