Halimun Salaka merupakan media lokal yang bertujuan: menziarahi Bogor dan merenungi Indonesia, dengan prosesi kembali ke akar dan kembali ke sumber. Halimun Salaka menerbitkan karya berupa kerja tulisan dan kerja rupa dengan berbagai pandangan menyangkut Bogor sebagai tempat kelahiran, tempat pengembaraan, atau tempat singgah sementara. Tidak hanya menyangkut persoalan Bogor saja, Halimun Salaka juga membuka ruang bagi karya dan kajian para penulis maupun para perupa mengenai kota lainnya, pulau lainnya, dalam merenungi Indonesia dari berbagai pojok sosial-budaya-sejarah dan sejenisnya (yang nanti akan dijelaskan pada rubrik Gotrasawala).
1. Halimun
2. Salaka
3. Laboratorium
4. Nyunda
Mantun (catatan khusus bahasa sunda) berangkat dari spirit carita pantun, yang isinya akan memuat puisi, sajak, wawacan, guguritan, dan seterusnya dengan gaya bercerita sejenisnya.
Dongengan (catatan khusus bahasa sunda) wahana tulisan yang bersifat penceritaan bebas (bisa berbentuk cerita pendek maupun berjenis esai), serupa kerja pucklore (folklore, fakelore, dan Fucklore) yang mengadaptasi, menggubah, serta mempertimbangkan kisah-cerita dalam budaya Sunda.
5. Gotrasawala
Rubrik umum di luar tema Bogor, yang memiliki sub-rubrik Nusantara, Samastabhuana, dan Kala-pa. Rubrik ini di-ilham-naungi dari reaksi pembacaan atas kerja polemik wangsakerta yang dalam ceritanya mengadakan suatu gotrasawala (simposium/sarasehan?) antara para ahli (sejarah) dari seluruh Nusantara, yang hasilnya disusun dan ditulis menjadi naskah-naskah yang sekarang dikenal sebagai Naskah Wangsakerta. Dengan demikian, rubrik ini menampung segala catatan dan karya di luar tema Bogor itu sendiri: pusaran kenusantaraan dalam keindonesiaan.
Selain kelima rubrik itu, Halimun Salaka memiliki Rubrik Kalender. Rubrik Kalender merupakan wahana yang akan menampung sub-rubrik dari program-program tahunan Halimun Salaka. Program-program tersebut akan terus bertambah serta berulang seiring berjalannya waktu dan perubahan ruang, sesuai dengan perjalanan proses-kreatif yang sedang dijalani, dihadapi, dan dirumuskan. Nama Kalender sendiri diambil dari spirit sistem penanggalan umum yang merumuskan putaran waktu. Namun, spirit yang termaknai di sini serupa serangkaian merumuskan agenda-kegiatan proses-kreatif dari waktu ke masa, agar tercipta wahana pembelajaran yang meruang di dalam diri khususnya, ke luar diri umumnya.
Mengenai format tulisan dan format karya, redaksi membebaskan semua gaya dan kehendak penulis dan perupa, sebab yang terpenting ialah tema besar Bogor yang kami tampung dan perenungan Indonesia yang hendak kami tuju persoalan puncaknya.
Untuk saat ini, belum terdapat honorarium bagi penulis dan perupa yang karyanya terbit di Halimun Salaka. Namun tidak menutup kemungkinan, di waktu mendatang, akan tersedia honorarium bagi para pekarya.
Jika sudah membaca keterangan di atas tersebut, dan para pekarya berkenan mengirimkan karyanya, sila kirimkan melalui login-website yang telah tersedia atau bisa melalui surel berikut ini: @redaksihalimunsalaka@gmail.com (dengan catatan, jika mengirimkan melalui email, pekarya harus menyertakan biodata singkat/panjang dan foto terbaik untuk keperluan pembuatan akun).
Tabik, Saudara! Melalui Halimun Salaka, kami membayangkan gerbang Kota Pakuan Pajajaran di masa silam yang konon bentengnya sangat kuat, sampai-sampai pasukan Banten, Cirebon, Demak harus berdamai dengan waktu agar bisa menghancurkannya. Dengan begitu, halimunsalaka.com bersedia menjadi benteng pertahanan, agar tercipta riungan kerja-sama di dunia kepenulisan, pendokumentasian, dan juga reportase bersama menyangkut Bogor dan Sunda, umumnya tentang Indonesia. Informasi lebih lanjut, silakan ikuti akun Instagram kami: @halimunsalakadotcom atau hubungi nomor berikut ini: 085819775523.
Halimun Salaka merupakan media lokal yang bertujuan: menziarahi Bogor dan merenungi Indonesia, dengan prosesi kembali ke akar dan kembali ke sumber. Halimun Salaka menerbitkan karya berupa kerja tulisan dan kerja rupa dengan berbagai pandangan menyangkut Bogor sebagai tempat kelahiran, tempat pengembaraan, atau tempat singgah sementara. Tidak hanya menyangkut persoalan Bogor saja, Halimun Salaka juga membuka ruang bagi karya dan kajian para penulis maupun para perupa mengenai kota lainnya, pulau lainnya, dalam merenungi Indonesia dari berbagai pojok sosial-budaya-sejarah dan sejenisnya (yang nanti akan dijelaskan pada rubrik Gotrasawala).
1. Halimun
2. Salaka
3. Laboratorium
4. Nyunda
Mantun (catatan khusus bahasa sunda) berangkat dari spirit carita pantun, yang isinya akan memuat puisi, sajak, wawacan, guguritan, dan seterusnya dengan gaya bercerita sejenisnya.
Dongengan (catatan khusus bahasa sunda) wahana tulisan yang bersifat penceritaan bebas (bisa berbentuk cerita pendek maupun berjenis esai), serupa kerja pucklore (folklore, fakelore, dan Fucklore) yang mengadaptasi, menggubah, serta mempertimbangkan kisah-cerita dalam budaya Sunda.
5. Gotrasawala
Rubrik umum di luar tema Bogor, yang memiliki sub-rubrik Nusantara, Samastabhuana, dan Kala-pa. Rubrik ini di-ilham-naungi dari reaksi pembacaan atas kerja polemik wangsakerta yang dalam ceritanya mengadakan suatu gotrasawala (simposium/sarasehan?) antara para ahli (sejarah) dari seluruh Nusantara, yang hasilnya disusun dan ditulis menjadi naskah-naskah yang sekarang dikenal sebagai Naskah Wangsakerta. Dengan demikian, rubrik ini menampung segala catatan dan karya di luar tema Bogor itu sendiri: pusaran kenusantaraan dalam keindonesiaan.
Selain kelima rubrik itu, Halimun Salaka memiliki Rubrik Kalender. Rubrik Kalender merupakan wahana yang akan menampung sub-rubrik dari program-program tahunan Halimun Salaka. Program-program tersebut akan terus bertambah serta berulang seiring berjalannya waktu dan perubahan ruang, sesuai dengan perjalanan proses-kreatif yang sedang dijalani, dihadapi, dan dirumuskan. Nama Kalender sendiri diambil dari spirit sistem penanggalan umum yang merumuskan putaran waktu. Namun, spirit yang termaknai di sini serupa serangkaian merumuskan agenda-kegiatan proses-kreatif dari waktu ke masa, agar tercipta wahana pembelajaran yang meruang di dalam diri khususnya, ke luar diri umumnya.
Mengenai format tulisan dan format karya, redaksi membebaskan semua gaya dan kehendak penulis dan perupa, sebab yang terpenting ialah tema besar Bogor yang kami tampung dan perenungan Indonesia yang hendak kami tuju persoalan puncaknya.
Untuk saat ini, belum terdapat honorarium bagi penulis dan perupa yang karyanya terbit di Halimun Salaka. Namun tidak menutup kemungkinan, di waktu mendatang, akan tersedia honorarium bagi para pekarya.
Jika sudah membaca keterangan di atas tersebut, dan para pekarya berkenan mengirimkan karyanya, sila kirimkan melalui login-website yang telah tersedia atau bisa melalui surel berikut ini: @redaksihalimunsalaka@gmail.com (dengan catatan, jika mengirimkan melalui email, pekarya harus menyertakan biodata singkat/panjang dan foto terbaik untuk keperluan pembuatan akun).
Tabik, Saudara! Melalui Halimun Salaka, kami membayangkan gerbang Kota Pakuan Pajajaran di masa silam yang konon bentengnya sangat kuat, sampai-sampai pasukan Banten, Cirebon, Demak harus berdamai dengan waktu agar bisa menghancurkannya. Dengan begitu, halimunsalaka.com bersedia menjadi benteng pertahanan, agar tercipta riungan kerja-sama di dunia kepenulisan, pendokumentasian, dan juga reportase bersama menyangkut Bogor dan Sunda, umumnya tentang Indonesia. Informasi lebih lanjut, silakan ikuti akun Instagram kami: @halimunsalakadotcom atau hubungi nomor berikut ini: 085819775523.