Nu Gumawang di Lintang Wétan: Dén Mas Béhi Lésja, Sunda jeung Sajabana

Khususon Illaruhi Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka bin Kangjeng Raden Tumenggung Poerbadipura…. Al-Fatihah. Keur harita keneh, dina kelas epigrafi, kakarak urang ningal buku bari ngawironan tarang. “Bapak Epigrafi Indonesia: Prof. Poerbatjaraka”, kitu sakalebat judul nu kaemutan keneh, kaca sabaraha mah duka teuing. Dina jero hate, “piraku Jawa deui-Jawa deui, geus mah presiden, ayeuna elmu rehe siga […]

Nomenklatur Sunda: Ambang Batas Realis dan Surealis

A Mountain Landscape With Creek 1808-1888 Ada sesuatu yang cukup menggelitik dalam cara orang Sunda menamai tempat. Nama-nama itu sering terdengar aneh, lucu, bahkan “jorok”. Namun mungkin justru di situlah letak kebijaksanaannya. Dalam dunia yang cenderung menuntut kesopanan bahasa, orang Sunda justru menunjukkan keberanian untuk menamai sesuatu apa adanya—jujur, spontan, dan tanpa basa-basi. Di balik […]

Bogor, Cinta, dan Peristiwa di Balik Mahkota Binokasih

Banyak orang mengenal hubungan politik dan diplomasi antara Kerajaan Sunda dan Majapahit, tetapi sedikit yang menyadari bahwa pusat kekuatan Sunda—Bogor—menyimpan kisah yang baru saja terungkap kembali ke permukaan—dengan mahkota kuno yang kembali ke tanah leluhurnya. Bayangkan suasana renyah lembah-lembah di Bogor pada abad ke-14, ketika Pakuan Pajajaran menjadi pusat kebudayaan dan kekuasaan Sunda. Namun, sebagian […]

Filsafat Sunda: Melipur Dongkol dengan Banyol

Kita kadung menerka bahwa filsafat adalah urusan kepala: soal logika, soal sebab-akibat, soal Tuhan dan ketiadaan-Nya. Tapi tahukah Anda bahwa orang Sunda, barangkali dengan sengaja, menyimpan filsafatnya di tempat yang tak terduga: di dalam tawa. Di antara kegetiran dan kebodoran. Di jeda antara dongkol dan banyol. Sebuah ruang kecil yang tidak bisa diklaim oleh kekuasaan, […]

Perjalanan-Perenungan Mundinglaya Di Kusumah

Selain perjalanan Bujangga Manik yang menyusuri Pulau Jawa-Bali sampai pada akhir ceritanya menaiki tangga langit ilahi (kematian-kemoksaannya?) itu, yang secara sadar menawarkan-meninggalkan kesan-pesan cerita nama topografis Pulau Jawa-Bali, seutas cerita Kerajaan Pakuan Pajajaran, dan nilai moralitas-spiritualitasnya, lalu menawarkan-meninggalkan pula pesan-kesan bagaimana potret makna jalan hidup seorang manusia: suatu penempuhan yang bisa dimaknai secara universalitas, entah […]

Pulang Babang: Laut Tak Terinjak

Ilustrasi: @Alanwari Hari ini, bagaimana akan kita baca ungkapan “nenek moyangku seorang pelaut”, sedangkan laut hanya pesona bagi mata memandang. Hari ini, laut adalah sejarah terpenggal. Jadi kepingan pulau-pulau, sekawanan nama-nama, dan serentetan peristiwa-peristiwa di masa lampau—yang masih acak. Dan kini, syukurlah banyak orang sibuk mengurus sejarah pulaunya masing-masing. Biarkan itu menjadi ombak penalaran dan […]

Bujangga Manik: Serpihan Jejak Perjalanan Sajak

Gambar Peta: KITLV dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Berbicara mengenai puisi atau katakanlah dalam hal ini sajak, ekspresi emosi dan perasaan selalu ditemui pembaca melalui kata-kata, citra, dan bahasa kiasan si penyair: di dalamnya termasuk metrum, rima, perbandingan, metafora, personifikasi, dan berbagai alat retoris lainnya, sebagai usaha menciptakan ritme, nada, dan keindahan dalam struktur sajaknya. […]