Rumah Tumbuh Muthmainah

ilustrasi: ariantsgaleri Untuk pertama kalinya Rumah Tumbuh Muthmainah (Rutum) ditawari sarasehan bertajuk “Menjaga Denyut Nadi Gerakan Lintas Disiplin”, diminta untuk perkenalan suatu komunitas, sharing-sharing dan bertukar pengalaman kegiatan. Ada tiga perwakilan komunitas—dari Tanggerang Selatan dan Kabupaten Tanggerang—yang diberi tugas sebagai narasumber. Membuat saya merasa agak malu karena petarangan rutum yang lebih menyerupai gudang bagi penyimpanan […]
Amarah PPN 12%

dok. AI Sebenarnya sudah sering saya rewel terhadap rencana pemerintah—yang akan datang—terkait kenaikan PPN menjadi 12 persen ini. Sebagai pekerja informal, lebih tepatnya pedagang buku, saya mengalami apa itu PPN dan selalu rungsing dibuatnya. Plus sebagai rakyat kelas menengah ke bawah kian ndlosor, saya terdampak-ditimpa oleh dan atau demi target pertumbuhan ekonomi, tetapi kesenjangan ekonominya […]
Rezeki di Malam Hari

dok. AI Malam itu hujan baru saja reda. Angin dingin merayap ke sudut-sudut gang yang gelap. Di pos penjagaan yang hanya diterangi lampu redup, seorang satpam duduk sambil menggoyangkan kursinya. Matanya berat. Tubuhnya letih, kesepian dan dingin. Ia merindukan kehangatan. “Barangkali tuak bisa menemani untuk mendorong sepi ini”, pikirnya. Di ujung jalan, terlihat Ani baru […]
Di Perpustakaan Erasmus Huis dan Puisi Lainnya

dok. halimunsalaka Ketika ketika Tuhan Yang Maha Kaya sudah terisi berapa tabungan hidupmu? Tabungan hidupku masih pencarian jalan panjang pemaknaan berisi catatan hanya tulisan pengkaryaan kehidupan yang kupersembahkan ketika Tuhan Yang Maha Kaya apakah hanya itu tabungan hidupmu? ada mahakarya megalit, arca, candi, artefak manik-manik peninggalan peradaban lampau — ada berbagai naskah kuna cerita peradaban […]
Alam Media Hidup

dok. halimunsalaka (monolog mata kamera × gunung salak) Pergaulan hidup dengan ekosistem (alam) merupakan patron kebudayaan, yang telah turun-temurun berkembang selama ini di masyarakat. Dengan pola hubungan interaktif antara organisme hidup dan lingkungan di dalam hutan. Dari sinilah pengetahuan tentang alam mulai diproduksi-didistribusikan melalui interaksi, percakapan, dan pergumulan masyarakat. Yang lalu menjadi kesadaran kolektif bagi […]
Hujan Orang Mati dan Sorrow Sense of Life

dok. Cover Hujan Orang Mati (MLB) Bahwa Majelis Lidah Berduri adalah salah satu kelompok musik terbandel di Indonesia, sehingga tak diperlukan kontroversi genit, panjang-pendek. Mengingat keterlibatannya gombyos “mandi keringat” di dunia seni secara perasaan dan pikiran selaku musisi, teaterawan (sastrawan/penyair?), dan atau pekerja seni lintas disiplin, ia keluar masuk teater, merambahi sastra, menempuh puisi, sesekali […]
Kebudayaan Bermula dari Pinggiran

dok. AI Kehadiran “kementerian kebudayaan” yang saat ini dilegitimasi oleh pemerintahan era Presiden Prabowo, seharusnya dapat melihat perusakan lingkungan-alam dan perampasan tanah-hutan seperti yang terjadi di Kalimantan, Papua, dan sejumlah daerah lainnya. Di sana ada hutan adat agar kita menjaga dan memelihara asas-asas tatanan hidupnya sendiri. Juga ada pemangku adat yang mengatur dan mengelola otonomi […]
Mata Seni Orang Biasa

dok. halimunsalaka Dalam pidato kebudayaan yang disampaikan oleh Garin Nugroho di Graha Bhakti Budaya-Taman Ismail Marzuki, pada tanggal 10 November tahun yang sama dengan pergantian kekuasaan itu, yang karena kegelisahan dan prihatin ia merancang strategi budaya “Balas Budi Untuk Rakyat”. Dalam renungan itu, ia membeberkan sejumlah persoalan-persoalan, fakta-fakta dan data-data sejarah, dengan harapan yang menjadikannya […]
Kegelisahan, Hiburan

gambar. AI Tanda bahwa kita tidak tahan ujian masa kini ialah, kehidupan modern dengan kejam telah membunuh kegelisahan. Maka punahlah berpikir. Kesadaran timbul tenggelam, setiap saat bisa dimatikan. Tata nilai berantakan, kepribadian porak-poranda, paradigma mengabur, lalu sempurnalah keburaman pandangan, dan hiburan kembali berekspansi secara besar-besaran. Bencana manusia ini sederhana sekali. Ditambah lagi nasib masyarakat di […]
Menziarahi Tan Malaka, Si Idealis yang Sampai Mati Kesepian

Dok. Tenu Permana Butuh waktu lebih dari tiga bulan untuk saya bisa sadar, bahwa makam dari junjungan saya ternyata ada di kota yang sedang saya jadikan tempat belajar. Tiga bulan. Waktu yang lumayan lama untuk mengingat ulang. Kesadaran itu pun bukan sekonyong-konyong datang, tapi datang ketika saya sedang membuat skrip konten tentang sang junjungan, dan […]