Meninjau Penolakan Warga Gunung Gede–Pangrango Terhadap Geothermal dalam Kosmologi Kesundaan

Kami tiba ketika bulan menggantung tepat di tengah malam. Angin dingin dari arah gunung menyelinap lewat celah-jaket, menjadi teman perjalanan kami yang menerjang puncak pass, lalu terus ke terminal pendakian. Karena ini pertama kami datang, maka sel-sel komunikasi kami aktifkan, koordinat dibagikan, dan tak lama yang menjemput pun datang.  Maka kami bertujuh pun kemudian dibawa […]

Agenda Komunitas: Godam Teater

Godam Teater adalah entitas seni dari Sanggar Seni Teater RAS yang berdedikasi pada pengembangan pertunjukan Teater di Jakarta dan sekitarnya. Berdiri pada tahun 2024, mereka memulai dan memperkenalkan diri sebagai entitas yang dinamis dalam setiap proses kreatifnya. Godam teater berhasil lolos kurasi dalam Festival Teater Jakarta Pusat yang dilaksanakan pada 22-23 Juli 2025 yang dilaksanakan […]

Ranjang Baru Kesenimanan di Dewan Kesenian

Hanya ada dua proses sekaligus pilihan yang dapat kita tentukan jalannya, pertama, Dewan Kesenian Bogor tidak perlu diaktivasi-direposisi, sebab tidak ada guna keberadaannya-jika Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor dalam sub-bidang kebudayaan/kesenian mampu menampung persoalan karya, kritik, arsip, publikasi, dan dapat menampung serangkaian dialektika, medan laga (atau pengkajian seni) dan makna (atau ekosistem seni) […]

Nalusur Lembur Sebagai Seni Jalan-Kaki

dok. halimunsalaka.com (Ahmad Anggi) Kita sedang berada dalam satu kurun zaman sungsang di mana semakin modern, semakin banyak orang kesepian. Ada yang mengalami sepi secara manusia, tapi tidak secara Illahi. Adapula yang mengalami seperti Chairil Anwar, “mampus kau dikoyak-koyak sepi”. Ada juga yang mengalami sepi secara jasmani sekaligus rohani. Dan yang terakhir ini berbahaya jika […]

Dialek Sunda di Kota Hujan: Siapa yang Masih Bicara?

Thou Art Weighed in the Balances, and Art Found Wanting (1788) Jika kamu berjalan di pasar tradisional Ciawi, atau duduk ngopi di trotoar Sempur, sesekali akan terdengar percakapan dalam bahasa Sunda. Tapi di sekolah-sekolah, kafe-kafe modern, dan lingkungan perumahan urban di Bogor, bahasa yang dominan justru Bahasa Indonesia dengan aksen Jaksel, bahkan logat Betawi. Dan […]

Filsafat Sudah Mati Sebelum Hidup Di Jurusan — Di Kampus-kampus Bogor

Dead Mother (Tote Mutter) (1898) Dalam diskursus pendidikan tinggi Indonesia yang kian pragmatis, sebuah pernyataan kontroversial kembali mengemuka: jurusan filsafat mending dibubarkan saja. Begitu kira-kira simpul kalimat Ferry Irwandi, melalui sosial media dan forum-forum publik jagat digital. Sekilas, ini terdengar seperti nada anti-intelektual yang murahan. Maka sontak, riuh. Ruang publik bergejolak. Bergemuruh. Sebagian mencibir, sebagian […]

Nabi Ferry, Kematian Filsafat, dan Tahlilan Abang-Abangan

Konon, setiap zaman melahirkan nabi-nabinya sendiri. Di negeri ini, seorang nabi datang tak diundang, membawa sabda yang—entah menggelikan atau menyedihkan—bergaung dengan penuh keyakinan: “Filsafat telah mati, dan jurusan filsafat tak lagi relevan.” Namanya Ferry Irwandi. Tapi sebagian orang lebih suka menyebutnya Nabi Ferry AS—Alaihi Stoik. Tidak mengherankan. Sebab hanya dengan jenis kepercayaan yang menyerupai iman […]

Gunung Tak Lagi Sunyi, Maka Aku Tak Lagi Mendaki

Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) Aku pernah mencintai gunung seperti orang jatuh cinta: datang dengan rasa haru, membawa doa, dan pulang dengan sepotong damai di dalam dada. Tapi kini aku tak lagi mendaki. Bukan karena kakiku lelah, tapi karena aku lelah melihat gunung hanya dijadikan latar untuk berfoto, untuk berwisata, untuk energi yang katanya hijau tapi […]

Pancakaki jeung Puisi nu Séjén

Michiel Adr. de Ruyter: en face en en profil: sculptuur – David Humbert de Superville Stasiun Bekasi – Stasiun Bogor basa udar-ider ngalalakon hirup, pangumbaraan teh geuning teu katampi ku carita, teu ka-serat ku sakabeh manusa naha, urang teu tiasa ngapapasten lakon ti buana panca tengah, teu mirosea kana siloka hujan silantang, teu katampi sasmita-na […]

Yang Memilih Bertahan: Catatan Hujan-Hujanan Dari Okupasi Ruang Kecil-Kecilan

Kota ini selalu punya cara untuk menguji tekad. Bukan lewat represi. Bukan lewat intimidasi. Tapi lewat sesuatu yang lebih subtil. Lebih elegan. Lebih alami: yaitu lewat hujan. Sabtu itu, 5 Juli 2025, Taman Ekspresi Bogor bukan sekadar jadi lokasi. Ia disiapkan jadi pernyataan. Tenda-tenda kecil dibangun dengan semangat gotong-royong. Meja lapak digelar dengan buku-buku, zine, […]