Dua Musim dan Keranjang Nikah

Edvard Munch (1863-1944) Keranjang Nikah pundi terisi, harga cincin naikrestu orang tua mahalundangan terasa seperti kredit aku menghitung lagi:bukan takut terikat,aku cuma tak mau berutangpada bahagia yang tergesa kalau jadi rumahbiarlah fondasinya jujur:bukan dari gengsi,tapi dari keringat yang tak mengemis. (2026) Dua Musim ibu ayah: dua musimyang menghangatkandan mendinginkan beranda aku baru sadar:musim pun punya jam […]
Problem Kecil tapi Rutin

dokumentasi; HandhykaPermana Malam minggu sepulang dari Rutum, hampir menjelang tengah malam, gerimis masih bercucuran, lalu tiba-tiba motor saya mogok di jalan, dan semua bengkel tidur pulas. Mau dikata apalagi jika kejadian seperti ini ternyata biasa kami jalani dan rasakan sesering mungkin. Sebutlah dari mulai motor mogok, sepeda bermasalah, mobil mati total, vespa angot-angotan, ekonomi seret, […]
Lalu Lintas Rasa: Trayek Pamulang–Pamijahan

Henri-Charles Guérard (1846-1897) —sebuah surat sobek Beberapa waktu terakhir hujan turun cukup sering. Tidak deras terus, tapi rutin. Dari situ saya kepikiran satu hal sederhana: hujan ternyata tidak punya identitas kota. Ia jatuh di Bogor, jatuh juga di Pamulang, jatuh di mana saja tanpa peduli label wilayah. Sama seperti banyak hal dalam hidup yang awalnya […]
Rutum La’ibun wa Lahwun

dokumentasi: HandhykaPermana Rumah Tumbuh Muthmainah (Rutum) di Pamulang—sebagaimana kontrakan ini dimulai tidak hanya sebagai gudang buku dan workshop daur ulang kertas, tetapi juga tempat mengudar masalah, hiburan, politik, seni, budaya, dan sebangsanya. Pekarangan Rutum ini kemungkinan akan berisi tentang kisah-kisah alit dan koleksi plesetan Derida, pelaku humor yang kebetulan terombang-ambing di pelayaran musisi, yang bentuknya […]
Lima Menit yang Riuh

Frida Kahlo (1907 – 1954) Lampu kamar sudah padam, namun lampu minyak di kepala seolah enggan padam, justru sumbunya semakin menyala saat kelopak mata kututup rapat. Aku mencoba membujuk kesadaran untuk menyerah, namun di balik gelap itu, sebuah panggung sandiwara justru menaikkan tirainya dengan angkuh. Memejamkan mata dan memaksa diri untuk tidur adalah sebuah kepayahan […]
Universitas Iib adalah Kemuliaan Hidupnya

Obituari Syamsul “Iib” Maarif Seorang mahasiswa hukum yang ceria datang menemui saya di Rumah Tumbuh Muthmainah (Rutum) hanya untuk belajar (cara membaca puisi) deklamasi sajak. Betapa inkompetensinya orang ini, jika dilihat dari jurusan secara fakultatif. Sudah berapa banyak biaya yang ia keluarkan untuk mengongkosi pertanyaan krusial yang tak seorang dosen hukum pun mampu memberi jawaban […]
Bahasa Waktu dan Puisi Lainnya

Maurice Lalau (1881-1961) Bahasa Waktu Usia terus menggali lubang di pemukiman padat nasibHendak mengubur masa kanak-kanak di samping pohon-pohon harapanApa yang sesungguhnya terjadi pada hidup? Waktu seperti mengendarai mobil masa depandan kau hanya berjalan di trotoar penuh pertanyaanHingga tahun berganti pakaian tergesa-gesa;menampilkan tubuh derita penuh bekas sayatan pisaumimpi yang tinggal karatan Betapa jauh kau hilang […]
Semesta Tubuh di Alam Pertunjukan Hidup Putri Annisa Hendrik

Sejauh pemahaman kami, bahasa tubuh merupakan bahasa purba yang pada perjalanannya mampu beradaptasi dengan berbagai ruang dalam lajur waktu. Bahasa tubuh dalam metode kesenian yang paling sulit diamati tanpa pemahaman terlebih dahulu plus pengamatan yang intens, salah satunya bagi kami adalah seni tari. Di dalam seni tari, segala gerakan tubuh penari menyimpan makna, segala raut-mimik […]
Burung Gereja dan Puisi Lainnya

Johann Baptist Drechsler (1756-1811) Burung Gereja aku membangun sarangdi atap rumah Tuhandari jerami dewi sriyang terhampardi tanah surgawi : sehelai kasih, segumpal kisahkun! jadilah rumah setiap kali aku pulang ke rumah Tuhanorang-orang memandang tajam ke arahkuseakan melempariku batu pertanyaantentang bagaimana caraku sembahyang padahal sembahyangku hanya puisi:membelai angin setiap harimengibas waktu hidup ini. Dengan Puisi Kutantang […]
Jumat dan Puisi Lainnya

Eleanor Fortescue-Brickdale (1871-1945) Izinkan :untuk Andiani Jika ada kilau permata yang lebihterang dari sinar mentari pagibarangkali itu adalahsenyum pada lesung pipimu. Kembang-kembang bersemidalam hangatnya lembayungpagi yang membasuh wajahmudengan keindahan. Izinkan aku memetik setangkaipuisi pada lesung pipimu.Puisi itu akan tumbuh suburdi ladang hatiku, sayang. Purbalingga, 2025 Jumat Seorang bocah kecilyang bersarung lugu itutidak mau mendapatkanimbalan untapada […]