Antar Jemput Nyawa
Apa yang kau harapkan dari orang-orang yang pernah sejalan denganmu? Benarkah mereka peduli denganmu selamanya, bila pada saat tubuhmu yang renta itu akan rubuh, cuma kau sendiri yang merenovasinya kembali? Apakah mereka akan datang membantu pertukanganmu, membawakan sekotak rasa peduli?
Mungkin kini kau hanya bisa jadi maxim saja, antar jemput nyawa dibayar terima kasih. Ditemani rasa lapar yang disampaikan perut kepada dompet yang kosong, dan berbagai ancaman dari mereka yang tak mengerti betapa menjengkelkannya menyelesaikan studi di tengah gempuran perayaan seminar proposal yang begitu mengganggu.
Tapi, saat kau mulai tua dengan segala ribetnya
tubuh yang renta itu bilang: Sudahlah, tekuk 3 jari– telunjuk, tengah, manis
sisakan jempol dan kelingking, lalu arahkan ke kaca
Chill aja, bro! Hidup ini indah penuh dengan warna
& jika masih sanggup paru-parumu menghisap slava satu slop, teruskanlah. Jika perlu, ngutang dulu kopi setengah, mohon lakukan setelah berbuka.
Sudah sampai mana antar jemput nyawa hari ini?
2025
Tamasya
Teruntuk kematianku,
bolehkah sedikit aku meminta
agar kau tak tergesa-gesa
mengajakku untuk bertamasya
sebelum syawal menghidangkan
kue-raya
Kematianku, pergilah dahulu
Pergilah menambang nyawa ke rumah orang-orang yang mencelakai hidup
orang lain, sehingga tangisan di rumah
mereka serupa seorang pengemudi ojek online yang dipukul di tengah masa
demonstrasi. sungguh kasihan sekali.
& kini waktunya untuk
jihad anti negara
biarkanlah individu ini
takbiran mengelilingi
kawat blokade yang tak
ada artinya itu, sebab aku telah
terbiasa dengan rasa sakit
akibat sebuah tusukan.
Kematian,
lempar saja molotov jika kau
enggan menemuiku.
Aku tak akan gunakan tank baja
atau rompi anti peluru
aku akan membiarkan diriku
terkena tembakan itu &
hangus terbakar.
Tapi kumohon, Syawalkan diriku
akan kuterima THR dari tetangga yang lebih dahulu menanyakan bagaimana skripsiku daripada keadaanku.
2025
Rabies
Seperti padi yang menguning
yang siap untuk dituai,
begitulah seharusnya ketika
kau selesai belajar kitab-kitab itu
di dalam berbuka,
jika masuk ilmumu
mestinya kau kenang sikap padi
yang telah menguning itu
& kau tak akan mempersembahkan velocity sebagai do’a syukuran
atas terlaksananya buka puasa
hari ini.
Apakah negara sudah terpisah dari teritori ini?
Adakah seorang pemimpin padi yang merunduk
atau seseorang yang melahap persembahan ilmu dari seorang guru?
Tak ada pemimpin di sini!
& kita mungkin hanyalah segerombolan heina!
Aku bisa saja memangsamu bersama gerombolan pemangsa lainnya jika lakumu serupa anjing gila yang terus-menerus menggonggong, mengganggu singa tidur.
Kini, sudah berapa banyak korban rabies di rumah sakit yang disebabkan oleh persembahanmu itu
2025