Dreescodeku Hitam
aku pakai warna hitam
untuk orang-orang yang dimiskinkan
dan dilemahkan sebelum kau bertanya
bagaimana hidup di sisi kota itu
yang tak punya harapan dan kelaparan
aku telah berada pada denyut di antaranya
dan di sini aku akan terus merintih
rasa sakit hati inilah satu-satunya pemicu
yang mengerahkan pemberontakan dalam diri
dari kesabaran tak terbatas yang kian membeku
dresscode hitam seperti kau kenakan itu
kubaca sebagai tanda yang mengerikan
menghimpun segenap kegelapan yang kerap terlintas
dalam sajak-sajak yang menuntunku dekat padamu
dengan keprihatinan yang menggugat
bahwa negara dan politik akan lebih gelap lagi
dan pekat di manapun selalu menyukai ledakan
aku pakai warna hitam ini untukmu
dan untuk semua orang sadar
yang turun ke jalan bersamamu
karena tahu hidupnya kehidupan dan ajalnya pemerintahan
terletak di jalan yang masih berkobar dendam
di mana pemerintah memperlebar wilayah kelamnya
pada kehidupan tak terhitung berapa banyak teriakan
dan air mata persembahan dari semua kata-kataku.
2025
Belum Sungguh Sunyi
semakin jelas kusaksikan
jalan yang bangkit dari kegelapan
mengirimkan bau bangkai dan kematian
dengan kebisuan yang tak kumengerti
yang menandai jejak gelapnya gelap
di antara gemuruh demonstran
serta keheningan ekstase
puisi menunjukkan jalan yang tak terlihat
sementara aku memburu cahaya
sekaligus memuja kegelapannya
untuk kunyalakan obornya ke dalam jiwa
sebelum kata-kata liarku tertangkap
dari derita kesendirian dan kegelisahanku
yang sungguh-sungguh belum sunyi
dan belum sungguh terbakar dalam apinya
selalu kupenuhi malam-malam iktikaf buruanku
untuk mengenal yang lebih nikmat selain dosa
lebih dekat keindahan yang menyerupai kegelapan
yang kini kusongsong sebagai misi dan kewajiban
dalam lelana brataku cakrawala tersenyum
aku memanggil namamu lalu kulupakan kau
semakin tenggelamlah aku ke dalam sepi
tapi aku tak mengundang puisi
karena seluruh iktibarku sebatas murid kesunyian
kukenal kegelapan lebih dari pengembaraanku sendiri
aku bergerak dan mendekat ke arah kau
di mana tak ada lagi makna selain gontai dan menjerit
aku merasa kau selalu hadir dalam kekosonganku
meski di puncak itu aku belum sungguh sunyi
yang duduk dan mabuk sampai selesai.
2025