David Cox (1783-1859)
Mempuasai Muhammad
perjalananku sedalam laut
setinggi gunung, seluas cakrawala
melesat cepat bagai berjuta cahaya:
Allah, Allah, Allah
—aku menujuMu
melewati cermin masjidil-haram
ke bayangan masjidil-aqsa, mencatat
perdamaian dan peperangan
yang terekam album semesta
kini ziarahku mengais segala musim
segala gerak pengembaraan
dan segala puncak langit ilahi:
kehidupan para pendahulu
beragam kitab pedoman itu
lahir dalam jiwaku.
Mempuasai Isa
dengan segala takdirMu
menghidupkan aku
wahyu yang merasuki diriku
menjadi keajaiban:
sejak kecil aku membaca
pohon-pohon purba
dan ketika dewasa memimpin
bangsa melalui kata-kata
yang berpuncak pada makna
kebesaranMu, Tuhanku,
keagunganMu
adalah panji segala panji
penuntun hidupku
sambil menunggu tiba Nur segala Maha Cahaya
menggantikanku
tugasku tak pernah selesai.

