Dominik Schuhfried 1810-1877
Mempuasai Nuh
di atas tanah perjanjian manusia
lautan kini merindukan banjirMu
ketika kota membendung lajur sungai
dan ketika desa membabat pohon-pohon:
segala rindu macet di tengah jalan
sebab kenangan dan iman lenyap
tenggelam
tak ada lagi bahtera, apalagi kata-kata.
Mempuasai Ibrahim
berapa pun mahalnya perjalanan menujuMu
walau sakitnya mengendarai waktu
api rindu yang membakarku tak
akan mampu menghalau
cintaku padaMu
bagaimana pun
tak terhingganya perjalanan
menujuMu walau mesti melewati
pegunungan dendam dan lembah penderitaan
segalanya akan kuterjang–segalanya akan kutempuh.
Mempuasai Isa
dengan segala takdirMu menghidupkan aku
wahyu yang merasuki diriku menjadi keajaiban:
sejak kecil aku membaca pohon-pohon purba
dan ketika dewasa memimpin bangsa melalui kata-kata
yang berpuncak pada makna, kebesaranMu
Tuhanku, keagunganMu
adalah panji segala panji penuntun hidupku
sambil menunggu tiba Nur segala Maha Cahaya
menggantikanku. Tugasku tak pernah selesai.

