Menyibak Perjalanan Air dan Puisi Lainnya

Menyibak Perjalanan Air dan Puisi Lainnya

Albert Cézard 1902

Menafsir Sahajamu

: Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari

Ingin kutulis di sampingmu
seuntai kata menggiring
semangat penuntut ilmu
jiwa berkah selalu seiring

ditangkupan tanganmu, kupeluk lewat doa
menerima tumpuan ilmu hingga renta

Ingin kusampaikan kepadamu
cahaya Sabilal Muhtadin
kebahagiaan lapang hidupku
demi nasihat nyata Ad-din

di bibirku tasbihkan, jejali rindu berjarak
ingin begitu dekat bertukar cerita:
keindahan menyusuri dermaga karyamu
banyak tutur bersentuh rasa

begitu berdaulat ujaranmu
ibarat menuangkan minuman
pada cangkir kosongku
takzim garis senyuman lengkungan
paling tidak bersama tanbihatmu
bahwa minuman jiwa itu ilmu

tidak akan pernah pekak
seruan namamu
tidak akan pernah berkerak
lantang nasehatmu

meski harus berteriak
dan kadang sedikit serak
petuahmu tetap menyentak
pantang hilang dari ingatanku kelak

darimu terukir selaras pikiran dan hati;
serulah ampunan-Nya, pada rukuk kesabaran
mohonlah ijabah pada sujud keiklasan
meski kita beranjak dan terus beranjak

barisan tubuh langit, kelak, ialah saksi.

(2022)

Menyibak Perjalanan Air

setiap air mengalir
memiliki ceritanya sendiri

setiap tetesnya punya ribuan cerita
menalamkan rantai dingin kehidupan

menyibak makna rahasia semesta

setiap air menyusuri perihal kebaikan
keseimbangan yang tak pernah usai
tempat tenang untuk bercermin diri
dari siluet waktu terus berkejaran

setiap air menyapa rentang usia
berkelana lewat rencana Tuhan
menelisik kedalaman riak jiwa

di tengah kisah dunia yang gaduh
air menyemaikan tempat pertemuan
antara sayap kenangan dan impian
memecah kebingungan perihal
yang mungkin belum kita mengerti
sampai waktunya tiba untuk kembali:

setiap perjalanan
adalah juga kepulangan

(2025)

  • berasal dari Samarinda Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar diberbagai platform media daring & luring. Serta karya - karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Seperti Antologi Puisi Penyair Dunia “Wangian Kembang : Antologi Puisi Sempena Konvesyen Penyair Dunia – KONPEN” yang di gagas Persatuan Penyair Malaysia (2018), Antologi Puisi “Negeri Serumpun” Khas Sempena Pertemuan Dunia Melayu GAPENA & MBMKB (2020), “La Antologia De Poesia Cultural Argentina – Indonesia“ Antologi Puisi Budaya Argentina – Indonesia (2021). Antologi Puisi “Cakerawala Islam” MAIK – Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan –Malaysia (2022), Festival Sastra Internasional Gunung Bintan – Jazirah ( 2019,2020,2021,2022,2023), Temu Karya Serumpun “Tanah Tenggara” Asia Tenggara (2023) dan HOMAGI – International Literary Magazine. Tercatat pula dibuku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017. Adapun IG : @sultanmusa97

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *