Burung Gereja dan Puisi Lainnya

Johann Baptist Drechsler (1756-1811) Burung Gereja aku membangun sarangdi atap rumah Tuhandari jerami dewi sriyang terhampardi tanah surgawi : sehelai kasih, segumpal kisahkun! jadilah rumah setiap kali aku pulang ke rumah Tuhanorang-orang memandang tajam ke arahkuseakan melempariku batu pertanyaantentang bagaimana caraku sembahyang padahal sembahyangku hanya puisi:membelai angin setiap harimengibas waktu hidup ini. Dengan Puisi Kutantang […]
Jumat dan Puisi Lainnya

Eleanor Fortescue-Brickdale (1871-1945) Izinkan :untuk Andiani Jika ada kilau permata yang lebihterang dari sinar mentari pagibarangkali itu adalahsenyum pada lesung pipimu. Kembang-kembang bersemidalam hangatnya lembayungpagi yang membasuh wajahmudengan keindahan. Izinkan aku memetik setangkaipuisi pada lesung pipimu.Puisi itu akan tumbuh suburdi ladang hatiku, sayang. Purbalingga, 2025 Jumat Seorang bocah kecilyang bersarung lugu itutidak mau mendapatkanimbalan untapada […]
Dialog Jujur dalam Film Materialists

Film yang menggetarkan hati penonton pada keprihatinan: kapitalisme adalah si biang kerok segala-galanya, termasuk soal penjajahan hati dan cinta kita. Pilihan aksentuasi, penggalian bahan, dinamika karakter, dan ragam dialog sangat menentukan sikap keberpihakan (Celine Song a.k.a sutradara) yang terang-terangan dalam dialektika kaya-miskin. Semua “melek”, sistem kapitalisme—melalui pengkondisian gaya hidup suatu masyarakat tertentu—telah memengaruhi persepsi kita […]
RETAK

Vincent van Gogh, First Steps, after Millet. 1890 Di pasar pagi, para nenek masih memanggil perempuan muda yang berkeringat dengan sebutan “anak manis”─seolah itu tugas resmi dari adat. Aku, namaku Rima, berdiri di antara tumpukan kain songket yang baunya bercampur kopra dan minyak wangi lama, merasa seperti benda antik yang diberi label harga tapi tak […]
One Click Revolution: Arab Spring dan Situasi Indonesia di Era Komunikasi Digital

Antoine Johannot (1803-1852) Perjalanan komunikasi politik menjadi bagian penting untuk memperkuat rezim, atau juga sebaliknya bisa memperkecil dominasi dan kesewenang-wenangan penguasa terhadap rakyatnya. Itulah mengapa komunikasi politik mengalami perubahan terus-menerus mengikuti perjalanan arus perubahan manusia. Dominasi ruang publik hingga desentralisasi informasi merupakan perjalanan komunikasi politik yang terus mengajak kita menuju era perbaikan sistem dan pelumpuhan […]
2025 Lalu, 2026 Apa

Pieter Verbruggen the Younger 1648 – 1691 Jika komisaris diminta sambut pesta akhir tahun, dia bawakan kotak penuh kebahagiaan. Jika aktor yang diminta, ia mungkin akan bermonolog. Berbeda halnya saya, meski tidak diminta redaksi Halimun Salaka menulis di penghujung tahun ini susah-susah mudah, tetapi sahabat karib saya yang malang justru mengilhami saya tulisan berjudul “kecoa […]
Buka Dapur Mini Festival Suatu Pertaruhan

Sebelum berniat datang, saya mulai bertanya: pada sekarang apa urgensinya dari adaptasi bebas atas suatu naskah yang dipilih itu? Apakah proses adaptasi (yang dilakukan ketiga kelas Lab Teater Ciputat: Jalin-Karya, Bongkar-Muat, Napak-Tilas) naskah drama kanon ini upaya meningkatkan kembali dengan dekonstruksi, penyangkalan, penampikan, perluasan, pendalaman, pengutuhan, pelebaran, pembaharuan, dan atau penyempurnaan makna yang lain dari […]
Nu Gumawang di Lintang Wétan: Dén Mas Béhi Lésja, Sunda jeung Sajabana

Khususon Illaruhi Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka bin Kangjeng Raden Tumenggung Poerbadipura…. Al-Fatihah. Keur harita keneh, dina kelas epigrafi, kakarak urang ningal buku bari ngawironan tarang. “Bapak Epigrafi Indonesia: Prof. Poerbatjaraka”, kitu sakalebat judul nu kaemutan keneh, kaca sabaraha mah duka teuing. Dina jero hate, “piraku Jawa deui-Jawa deui, geus mah presiden, ayeuna elmu rehe siga […]
Dengan Puisi Kutantang Waktu dan Puisi Lainnya

Kurz & Allison 1892 Dengan Puisi Kutantang Waktu sebelum kuhunuskan dan kutikam puisi ke jantung waktu, telah kuasah larik-larik ini di medan makna, saat fenomena hidup berperang sebagai kesatria o, makaya: bunuhlah mantra, bunuhlah mantra! dan ketika mulai kutikam puisi ke jantung waktu, bait-bait menjelma jeritan nenek moyangku, di mana darah waktu memuncratkan serpihan sejarah, […]
Jalan Pulang

Jean-Baptiste-Camille Corot 1796-1875 Kemarau masih mengulur waktu. Ambang bayang harapan telah berguguran detik demi detik. Hari demi hari pun telah merekah. Minggu telah berganti menjadi bulan kemudian menjelma masa lalu. Tak sadar sudah tahunan, waktu telah berlalu begitu cepat. Saya adalah seorang yang suka menerka-nerka pikiran saya sendiri. Tidak jarang saya menerka-nerka diri saya di […]