Kalender Rakyat dan Latihan Menguasai Kota

Malam itu, jalanan Bogor bergerak dengan ritme yang berbeda. Arus motor memenuhi jalan-jalan utama. Klakson meraung tanpa jeda bak bahasa baru yang hanya dipahami orang-orang yang sedang bergembira. Anak-anak muda berdiri di pikap sembari mengibarkan bendera biru dan berteriak: Juara. Juara. Juara.  Orang-orang melambatkan kendaraan hanya untuk melihat keramaian lewat. Jalan Pajajaran, SSA, Tugu Kujang, … Baca Selengkapnya

Rutum Gaya Hidup

foto: handhyka permana Sampah masih menjadi persoalan domestik di Rutum. Keinginan untuk membersihkan sampah tak kunjung bergayung sambut dengan konsep daur ulang. Pengelolaan sampah tampaknya belum cukup eye catching buat hidup orang-orang yang sehari-harinya habis untuk gembar-gembor tentang mega-praktik kerja sustainability, back to basic, dan jaga alam demi menyelamatkan bumi. Sebelumnya sampah bukanlah soal utama, … Baca Selengkapnya

Dilema Legitimasi: Analisis Kritis Disparitas Narasi Sejarah Sumedang Larang vis-à-vis Sumber Eksternal

I Pendahuluan: Pluralitas Narasi dalam Historiografi Sunda Sejarah Sunda sering kali menjadi medan dialektika antara teks kuno, benda pusaka, dan kepentingan politik. Kerajaan Sumedang Larang memposisikan dirinya sebagai pewaris sah Pakuan Pajajaran dengan menjadikan Mahkota Binokasih sebagai bukti material dari mandat suci “Sanghyang Pake“, yang tertulis dalam naskah Carita Parahyangan. Namun, ketika narasi internal Sumedang … Baca Selengkapnya

Jika Pancasila Digagas oleh Tan Malaka

Siapa yang tidak mengenal bapak revolusi yang ditembak mati oleh tentara negerinya sendiri? Tentu kita  pasti sudah tidak asing jika mendengar kalimat, “Aku tidak akan berkompromi dengan maling yang sudah menjarah rumahku sendiri”. Ungkapan tersebut keluar dari pikiran seorang revolusioner yang dalam kiprahnya menjalani banyak masa pengasingan. Semua bermula pada 1 Juni 1945, ketika Soekarno … Baca Selengkapnya

Cara Terbaik Membuat Puisi

Lois Mailou Jones 1905 – 1998 “Saya buat di ChatGPT, Pak.” Jawaban jujur seorang siswa SMP ketika ditanya terkait tugas puisinya. Saya kecewa, lemas, dan mencoba mengingat: Dalam sebuah forum diskusi guru, terjadi pembahasan yang seru terkait akal imitasi (AI) dan pembelajaran. Sebagian guru percaya bahwa AI adalah ancaman fundamental terhadap kemampuan literasi siswa. Sebagian … Baca Selengkapnya

1970, Boom!

#sastrakertastua1 Beberapa arsip kita kuak dalam kegiatan (“medusa”) membaca dokumentasi sastra. Amsalnya, selalu berurusan dengan tahun 1970 tanpa janji akan mengerti sepenuhnya. Apa ampuhnya tahun itu? Mengapa kerja-kerja pengarsipan awal kita mesti berdiri di sana? Kenapa kerja kita hari ini untuk kenyataan 70-an di sekitar permasalahan dan polemik sastra yang belum sudah? Sebelum ke sana, … Baca Selengkapnya

Chairil Anwar: Tubuh yang Rapuh, Ingatan yang Kaku

Ada penyair yang hidupnya terasa seperti sebuah kalimat pendek, tetapi kalimat itu terus bergema setelah titiknya jatuh. Chairil Anwar adalah salah satunya. Ia lahir pada 26 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara, dan meninggal di Jakarta pada 28 April 1949 dalam usia yang baru menginjak dua puluh enam tahun.[1] Ia lahir bukan sebagai monumen, melainkan sebagai … Baca Selengkapnya

Ketika Layar Menggantikan Langit Sore: Sebuah Esai tentang Masa Kecil yang Hilang

Edwin Austin Abbey (1852 – 1911) Konon, kita memang selalu merasa kehilangan, salah satunya adalah masa kecil. Bagaimana pun, waktu takkan pernah bisa terulang. Masa lalu takkan pernah memiliki mesin waktu untuk menyambangi kita hari ini. Secara harfiah, itu benar-benar realitas atau kenyataan yang tak bisa ditolak. Kadang, pada suatu malam, ketika sunyi menyerang, hanya … Baca Selengkapnya

Ruang Itu Spiritual

Penampilan Rumah Tumbuh Muthmainah (selanjutnya Rutum) tetap tampak biasa saja. Tak ada yang menonjol dan menarik sebagai kontrakan pada umumnya. Halaman kecil yang tak muat bila dimasuki mobil itu dikelilingi berbagai tanaman rambat hias seperti Morning Glory, Bougenville, Wijaya Kusuma, Mandevilla dan Melati Belanda. Demikian kesan beberapa orang yang pernah singgah untuk istirah sejenak, bercengkrama … Baca Selengkapnya

Sisa-sisa Keyakinan yang Belum Habis Dibakar Waktu: Catatan Pinggir dari Diskusi “Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan”

Minggu sore, 5 April 2026, angin datang lebih dulu daripada orang-orang. Ia berputar di halaman Dieu Geura. Menggesek daun. Menyusup ke celah-celah yang tak tertata, seolah bertanya, hari ini, apa api benar-benar akan menyala?  Tema diskusi terdengar seperti judul dari zine fotokopian. Ringkas. Dingin. Nyaris seperti kalimat yang diucap Aan Mansyur dengan tanpa nada: Setiap … Baca Selengkapnya