Digulirkan oleh Kata-Kata

Karena telat, saya tidak menonton pentas studi—seperti yang sudah-sudah—perpanjangan pertunjukannya adalah diskusi, namun terkadang lebih mirip evaluasi celaan, kritik hinaan, komentar rendahan, dan segala puja-puji langitan maupun yang membumi tanpa memahami bargaining position satu sama lain. Ujug-ujug sekali sebagai orang yang tidak jelas ini, saya diminta hadir untuk membersamai lingkaran tersebut, padahal sedikitpun saya tidak … Baca Selengkapnya

Sang Juara Kesetiaan dan Maestro Pelayanan: Tribute To Pakde Uki

ilustrasi: bowo wijoyo Samar-samar saya mengenal Pakde Uki. Mungkin sebatas bayang-bayang kalau bukan hanya kabut menyerupai. Namanya tidak asing bagi orang yang suntuk baca buku teater dan sastra. Begitupun perjumpaan saya dengannya paling pol tegur sapa ungkap kabar, belum cukup intens berinteraksi lebih jauh. Jadi tidak ada kepantasan sedikitpun pada saya untuk mengakui diri bahwa … Baca Selengkapnya

Menyunting Tuhan di Atas Meja Pualam

Di hadapanku, layar berpendar biru fajar─warna yang hakikatnya sudah lama punah dari cakrawala kota ini, terkubur di bawah jelaga industri dan iklan holografik yang meneriakkan keabadian. Aku duduk di depan konsol Adicitra, sebuah mesin yang lebih menyerupai altar ketimbang alat medis. Di dalam perut mesin itu, dalam tabung kaca berisi cairan amnion sintesis beraroma melati, … Baca Selengkapnya

Tunggu Tanggal Mainnya: Puisi Hidup Uki Bayu Sedjati

ilustrasi: bowo wijoyo Ada banyak ragam upaya untuk mengenang kepergian seseorang yang amat sangat kita cintai dan sayangi. Andaikan saya anggota ormas, akan saya bikin acara untuk mengenang ketua ormas. Andaikan saya seorang jamaah suatu pengajian, akan saya gelar shalawatan untuk menakzimi sang guru. Andaikan saya pemain bola, akan saya buat laga persahabatan untuk menghormati … Baca Selengkapnya

Manabaya dan Puisi Lainnya

Manabaya 0jika leluhurku bukan siwadan ayahandaku bukan rawanamungkin aku tak akan lahirke duniadalam rahimkematian bunda 00patih sombali! kematian bunda Manondariadalah dendam seumur hidupkukepada para dewa dengarlah, patih sombali! atas nama bunda: akan kutanggungseluruh deritanya: akan kutantang seluruh para dewa di kayangan. 000akulah Manabayaakulah manusiayang lahir dari kematianyang lahir dari luka di sini; di palasari;di bukit … Baca Selengkapnya

Kalender Rakyat dan Latihan Menguasai Kota

Malam itu, jalanan Bogor bergerak dengan ritme yang berbeda. Arus motor memenuhi jalan-jalan utama. Klakson meraung tanpa jeda bak bahasa baru yang hanya dipahami orang-orang yang sedang bergembira. Anak-anak muda berdiri di pikap sembari mengibarkan bendera biru dan berteriak: Juara. Juara. Juara.  Orang-orang melambatkan kendaraan hanya untuk melihat keramaian lewat. Jalan Pajajaran, SSA, Tugu Kujang, … Baca Selengkapnya

Rutum Gaya Hidup

foto: handhyka permana Sampah masih menjadi persoalan domestik di Rutum. Keinginan untuk membersihkan sampah tak kunjung bergayung sambut dengan konsep daur ulang. Pengelolaan sampah tampaknya belum cukup eye catching buat hidup orang-orang yang sehari-harinya habis untuk gembar-gembor tentang mega-praktik kerja sustainability, back to basic, dan jaga alam demi menyelamatkan bumi. Sebelumnya sampah bukanlah soal utama, … Baca Selengkapnya

Dilema Legitimasi: Analisis Kritis Disparitas Narasi Sejarah Sumedang Larang vis-à-vis Sumber Eksternal

I Pendahuluan: Pluralitas Narasi dalam Historiografi Sunda Sejarah Sunda sering kali menjadi medan dialektika antara teks kuno, benda pusaka, dan kepentingan politik. Kerajaan Sumedang Larang memposisikan dirinya sebagai pewaris sah Pakuan Pajajaran dengan menjadikan Mahkota Binokasih sebagai bukti material dari mandat suci “Sanghyang Pake“, yang tertulis dalam naskah Carita Parahyangan. Namun, ketika narasi internal Sumedang … Baca Selengkapnya

Jika Pancasila Digagas oleh Tan Malaka

Siapa yang tidak mengenal bapak revolusi yang ditembak mati oleh tentara negerinya sendiri? Tentu kita  pasti sudah tidak asing jika mendengar kalimat, “Aku tidak akan berkompromi dengan maling yang sudah menjarah rumahku sendiri”. Ungkapan tersebut keluar dari pikiran seorang revolusioner yang dalam kiprahnya menjalani banyak masa pengasingan. Semua bermula pada 1 Juni 1945, ketika Soekarno … Baca Selengkapnya

1970, Boom!

#sastrakertastua1 Beberapa arsip kita kuak dalam kegiatan (“medusa”) membaca dokumentasi sastra. Amsalnya, selalu berurusan dengan tahun 1970 tanpa janji akan mengerti sepenuhnya. Apa ampuhnya tahun itu? Mengapa kerja-kerja pengarsipan awal kita mesti berdiri di sana? Kenapa kerja kita hari ini untuk kenyataan 70-an di sekitar permasalahan dan polemik sastra yang belum sudah? Sebelum ke sana, … Baca Selengkapnya