One Click Revolution: Arab Spring dan Situasi Indonesia di Era Komunikasi Digital

Antoine Johannot (1803-1852) Perjalanan komunikasi politik menjadi bagian penting untuk memperkuat rezim, atau juga sebaliknya bisa memperkecil dominasi dan kesewenang-wenangan penguasa terhadap rakyatnya. Itulah mengapa komunikasi politik mengalami perubahan terus-menerus mengikuti perjalanan arus perubahan manusia. Dominasi ruang publik hingga desentralisasi informasi merupakan perjalanan komunikasi politik yang terus mengajak kita menuju era perbaikan sistem dan pelumpuhan […]
2025 Lalu, 2026 Apa

Pieter Verbruggen the Younger 1648 – 1691 Jika komisaris diminta sambut pesta akhir tahun, dia bawakan kotak penuh kebahagiaan. Jika aktor yang diminta, ia mungkin akan bermonolog. Berbeda halnya saya, meski tidak diminta redaksi Halimun Salaka menulis di penghujung tahun ini susah-susah mudah, tetapi sahabat karib saya yang malang justru mengilhami saya tulisan berjudul “kecoa […]
Buka Dapur Mini Festival Suatu Pertaruhan

Sebelum berniat datang, saya mulai bertanya: pada sekarang apa urgensinya dari adaptasi bebas atas suatu naskah yang dipilih itu? Apakah proses adaptasi (yang dilakukan ketiga kelas Lab Teater Ciputat: Jalin-Karya, Bongkar-Muat, Napak-Tilas) naskah drama kanon ini upaya meningkatkan kembali dengan dekonstruksi, penyangkalan, penampikan, perluasan, pendalaman, pengutuhan, pelebaran, pembaharuan, dan atau penyempurnaan makna yang lain dari […]
Nu Gumawang di Lintang Wétan: Dén Mas Béhi Lésja, Sunda jeung Sajabana

Khususon Illaruhi Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka bin Kangjeng Raden Tumenggung Poerbadipura…. Al-Fatihah. Keur harita keneh, dina kelas epigrafi, kakarak urang ningal buku bari ngawironan tarang. “Bapak Epigrafi Indonesia: Prof. Poerbatjaraka”, kitu sakalebat judul nu kaemutan keneh, kaca sabaraha mah duka teuing. Dina jero hate, “piraku Jawa deui-Jawa deui, geus mah presiden, ayeuna elmu rehe siga […]
Dengan Puisi Kutantang Waktu dan Puisi Lainnya

Kurz & Allison 1892 Dengan Puisi Kutantang Waktu sebelum kuhunuskan dan kutikam puisi ke jantung waktu, telah kuasah larik-larik ini di medan makna, saat fenomena hidup berperang sebagai kesatria o, makaya: bunuhlah mantra, bunuhlah mantra! dan ketika mulai kutikam puisi ke jantung waktu, bait-bait menjelma jeritan nenek moyangku, di mana darah waktu memuncratkan serpihan sejarah, […]
Jalan Pulang

Jean-Baptiste-Camille Corot 1796-1875 Kemarau masih mengulur waktu. Ambang bayang harapan telah berguguran detik demi detik. Hari demi hari pun telah merekah. Minggu telah berganti menjadi bulan kemudian menjelma masa lalu. Tak sadar sudah tahunan, waktu telah berlalu begitu cepat. Saya adalah seorang yang suka menerka-nerka pikiran saya sendiri. Tidak jarang saya menerka-nerka diri saya di […]
Ekologi Intersubjektif: Pertarungan Bahasa antara Ilmu dan Cerita

ilustrasi: indonesiakaya Ruang Tak Terlihat yang Menata Perilaku Di banyak wilayah, khususnya di Pulau Jawa, nama Nyai Roro Kidul muncul bukan sebagai kisah pinggir jalan. Ia muncul bersama suara ombak, bersama cara orang tua melarang anak bermain terlalu dekat dengan air, bersama upacara kecil untuk menata hubungan antara manusia dan laut. Sosok ini hidup bukan […]
Soekamti & Sampan Kayu

Hudson River, Logging (1891-1892) Sudah berapa lama Soekamti tak tahu pasti. Ia telah menyasarkan diri ke lautan ketika terseret ombak sejak entah kapan, Soekamti tak pernah tahu pasti. Ia sendirian. Mengarungi lautan yang luas dan barangkali tak berujung. Tanpa arah kesimpulan yang jelas dan tak terbatas. Kendati demikian, Soekamti tak pernah hilang harapan. Asa selalu […]
Kebun Gersang di Matamu dan Puisi Lainnya

Childe Hassam (1859-1935) Sebuah Surat telah sampai kepadakusebuah surat yang beralamatkannamamu kekasih, kekasihku ketika kubaca satu per satuhuruf-huruf itukebun gersang di matamu telah selesai kubacasebuah surat yang diperuntukankepadamu kekasih, kekasihku walau seribu masa silamkian memburudengan puisi kutantang waktu Kebun Gersang di Matamu menangislah dan jadilah hujanbagi bunga-bunga yang layudahaga di relung hatimu menangislah dan jadilah […]
Nomenklatur Sunda: Ambang Batas Realis dan Surealis

A Mountain Landscape With Creek 1808-1888 Ada sesuatu yang cukup menggelitik dalam cara orang Sunda menamai tempat. Nama-nama itu sering terdengar aneh, lucu, bahkan “jorok”. Namun mungkin justru di situlah letak kebijaksanaannya. Dalam dunia yang cenderung menuntut kesopanan bahasa, orang Sunda justru menunjukkan keberanian untuk menamai sesuatu apa adanya—jujur, spontan, dan tanpa basa-basi. Di balik […]