Memunguti Kunci yang Berserakan

Robert Frederick Blum (1857-1903) Hari ini 14 Februari, kaki menginjak kembali tanah air Indonesia raya. Setelah sekian lama pergi ke tanah rantau mencari penghasilan. Kami, saya dan beberapa teman kembali dengan rencana dan tujuan masing-masing, hanya sisa satu orang yang masih tinggal bersama, bernama Budi Bodong. Ia mengaku tangannya sering tidak membawa keberuntungan, hal ini … Baca Selengkapnya

Khamr

Pencarian saya mengenai “Rutum” (Rumah Tumbuh Muthmainah) tempat seperti apa, akhirnya, menemukan satu titik celah di antara berbagai fungsinya yaitu sebagai tempat minum segala jenis khamr yang memabukkan. Di sinilah tempat yang membuat “orang-orang baik” mengorek kata sampai kabarnya hanya ketemu celaan. Tempat yang bergelimang para pemabuk atau para miras, di mana anggur dan arak … Baca Selengkapnya

Senandung Rindu di Pematang Maya

Vincent van Gogh (Dutch, 1853-1890) Sepi. Bukan sepi yang hampa tanpa bunyi, melainkan sepi yang riuh di dalam dada. Seolah seribu gamelan dimainkan tanpa irama, hanya menyisakan bising yang tak kunjung jua menemukan harmoni. Begitulah kiranya suasana batin Rengganis tiap senja tiba, tatkala langit Bandung, kota yang menjulang bak mercusuar ambisi, mulai diselimuti jingga yang … Baca Selengkapnya

Bahasa, Cinta, dan Kolonialisme dalam Student Hijo

student hijo

ilustrasi cover Student Hijo Mulanya, aku mengenal nama Marco Kartodikromo dari sastrawan besar yang juga lahir di daerah yang sama, Pramoedya Ananta Toer. Pram menaruh hormat yang tinggi kepada Mas Marco, bagi Pram, jurnalis kelahiran tahun 1890 tersebut merupakan salah satu tokoh pelopor jurnalisme dan sastra perlawanan terhadap kolonialisme yang menyengsarakan kaum Bumiputera. Tiap kali … Baca Selengkapnya

Di Tempat Tuhan Memalingkan Wajah

Joaquín Sorolla (1863 – 1923) Muin mematung di ujung anjungan papan. Anjungan itu menjulur ke tengah lautan yang telah kehilangan denyutnya. Tidak tampak gelombang yang berkejaran, apalagi desau yang memecah sunyi; hanya ada hamparan cairan kental yang diam, serupa endapan air cucian piring yang telah lama dibiarkan di dalam ember. Di atasnya, matahari menyerupai bulatan … Baca Selengkapnya

Palu Godam Buat Sabrang

Saya tidak punya alasan kenapa harus diam terjajah dan termangu. Ketika ribuan juta rakyat Indonesia menjadi korban tenung keadaan. Ketika seorang resi melompat ke dalam kubangan yang kotor pastilah akan berlumur lumpur juga. Ketika Sabrang mengumbar-ngumbar narasi “MBG” yang penting terdengar pantas tanpa mempertimbangkan kejujuran dan kenyataan hidup, maka seluruh kata-kata yang ia ungkapkan cuma … Baca Selengkapnya

Andaikan Rutum Sebuah Buku

dokumentasi; HandhykaPermana Dari luar, kos-kosan dua pintu berdampingan, masing-masing berukuran 3 x 5 meter, dengan halaman depan yang cukup untuk memasukkan sebuah mobil karimun atau 12 motor sekaligus di jalan Ampera Poncol, Kota Tanggerang Selatan, biasa disebut Pamulang itu tampak biasa saja. Nyaris tak ada bedanya dengan rumah lain di samping kiri-kanan atau di depannya. … Baca Selengkapnya

Dua Musim dan Keranjang Nikah

Edvard Munch (1863-1944) Keranjang Nikah pundi terisi, harga cincin naikrestu orang tua mahalundangan terasa seperti kredit aku menghitung lagi:bukan takut terikat,aku cuma tak mau berutangpada bahagia yang tergesa kalau jadi rumahbiarlah fondasinya jujur:bukan dari gengsi,tapi dari keringat yang tak mengemis. (2026) Dua Musim ibu ayah: dua musimyang menghangatkandan mendinginkan beranda aku baru sadar:musim pun punya jam … Baca Selengkapnya

Problem Kecil tapi Rutin

dokumentasi; HandhykaPermana Malam minggu sepulang dari Rutum, hampir menjelang tengah malam, gerimis masih bercucuran, lalu tiba-tiba motor saya mogok di jalan, dan semua bengkel tidur pulas. Mau dikata apalagi jika kejadian seperti ini ternyata biasa kami jalani dan rasakan sesering mungkin.  Sebutlah dari mulai motor mogok, sepeda bermasalah, mobil mati total, vespa angot-angotan, ekonomi seret, … Baca Selengkapnya

Lalu Lintas Rasa: Trayek Pamulang–Pamijahan

Henri-Charles Guérard (1846-1897) —sebuah surat sobek Beberapa waktu terakhir hujan turun cukup sering. Tidak deras terus, tapi rutin. Dari situ saya kepikiran satu hal sederhana: hujan ternyata tidak punya identitas kota. Ia jatuh di Bogor, jatuh juga di Pamulang, jatuh di mana saja tanpa peduli label wilayah. Sama seperti banyak hal dalam hidup yang awalnya … Baca Selengkapnya