Absurditas itu Milik Kita, Bukan Milik Negara

Withered Leaves (1904) Ivar Arosenius (Swedish, 1878 – 1909) One must imagine Sisyphus happy.  Albert Camus Apa gunanya hidup kalau pada akhirnya semuanya jatuh ke lubang kubur? Pertanyaan semacam ini bukan bahan meme receh, tapi betul-betul pernah ditulis Albert Camus di sebuah kamar sempit di Paris, di hari-hari paling suram di awal Perang Dunia II. … Baca Selengkapnya

Membaca Bourdieu di Hari Pertama Kuliah

La Pierre au trois croquis (1904) Kalian tahu apa yang paling cepat menjangkiti mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya? Bukan flu, bukan juga masuk angin. Tapi: penyakit ikut-ikutan. Penyakit ini menular lebih cepat dari selebaran panitia ospek. Gejalanya gampang dikenali: ikut organisasi karena semua teman ikut. Nongkrong di kafe yang sama biar … Baca Selengkapnya

Reset Bukan Sembarang Reset

dok. halimunsalaka/handykapermana 17+8, 6, 136, 1, 10. Angka-angka jadi terdengar mendebarkan akhir-akhir ini. Dan kita sampai di episode paling hina dari peradaban politik nasional di mana akumulasi dari keterhimpitan, kebingungan, kemiskinan, kecemasan, kesedihan, penderitaan bahkan sampai kematian–direspons bukan dengan pengunduran diri, permintaan maaf, atau perasaan bersalah, tapi justru dengan kecurigaan, tuduhan, ancaman, yang sialnya: dilontarkan … Baca Selengkapnya

Habis Takut, Terbitlah Keberanian Melawan

dok. halimunsalaka (syah) Dari hari ke hari, sepanjang aksi massa beruntun 25 hingga 31 Agustus kemarin, saya turun ke jalan. Saya bersedia ikut karena saya bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang muak melihat wakil-wakilnya dan kegelisahan yang sama mendidihnya. Teman-teman saya itu, nyalinya jangan ditanya, daya juangnya tak perlu diragukan lagi, daya survive-nya bukan main tangguh … Baca Selengkapnya

Kawan-kawan, Kita Hampir Sampai!

dok. halimunsalaka/handykapermana Bismillahirrahmanirrahim, kami sampaikan duka mendalam atas korban yang berjatuhan pada aksi solidaritas yang dilakukan berturut-turut, di sejumlah wilayah. Semoga luka dan nyawa kawan-kawan menjadi sejarah perlawanan kedzaliman yang bisa terus diceritakan ke anak cucu kita di masa yang akan datang. Kekecewaan masyarakat sudah pada puncaknya, jangan sampai kita salah mengambil langkah. Masyarakat saat … Baca Selengkapnya

Apakah Ketakutan terhadap Kematian adalah Penggerak Kehidupan?

Luca Signorelli Painting his Dead Son (1851) Frederic Leighton (English, 1830-1896) Ada yang diam-diam selalu hadir dalam kehidupan kita, tapi jarang benar-benar disapa: kematian. Ia seperti suara samar di ujung hari, tak terdengar jelas, tapi cukup untuk mengganggu tidur. Kita tidak membicarakannya, bukan sebab tabu, melainkan sebab terlalu dekat. Lebih dari urat nadi. Ia bukan … Baca Selengkapnya

Pati Adalah Kunci: Perlawanan Bangsa Indonesia Dimulai Kembali

dok. ANTARA/Aji Styawan/tom Gerakan rakyat atau People Power bangsa Indonesia mulai menemui titik terang untuk mengancam para penguasa yang sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Dan Pati adalah percikan api perlawanan yang bisa menebar dan dicontoh oleh seluruh rakyat Indonesia. Demonstrasi terpusat yang dilakukan di Pemerintahan Pusat belakangan ini hanya mengubah beberapa kebijakan kontroversial, tidak merubah cara pandang rakyat … Baca Selengkapnya

Susur Goa: Dunia di Dalam Diri

The cave Francois Vivares (French, 1709 – 1780) di sini kok ada goa, bagaikan kuburan rayabetapa cocok untuk latihan, hidup mati berulang kali Sekitar setengah jam dari tempat saya tinggal, ada sebuah goa yang amat indah. Lokasinya terpencil, namun semua yang mengelilinginya terasa permai. Kali pertama saya ke sana, saya lewati kuburan Cina yang megah. … Baca Selengkapnya

Bendera Bajak Laut dan Ketakutan Negara

Yang ditakuti negara bukan bendera bajak laut. Juga bukan gambar tengkorak dengan topi jerami yang dikibarkan di rumah-rumah atau truk-truk. Yang mereka takutkan adalah ketika rakyat mulai merasa lebih terwakili oleh simbol fiksi daripada simbol resmi yang mereka agungkan dengan segala kesakralannya. Karena di negara ini, nasionalisme bukan soal rasa, tetapi soal ritus. Merah putih … Baca Selengkapnya

Nalusur Lembur Sebagai Seni Jalan-Kaki

dok. halimunsalaka.com (Ahmad Anggi) Kita sedang berada dalam satu kurun zaman sungsang di mana semakin modern, semakin banyak orang kesepian. Ada yang mengalami sepi secara manusia, tapi tidak secara Illahi. Adapula yang mengalami seperti Chairil Anwar, “mampus kau dikoyak-koyak sepi”. Ada juga yang mengalami sepi secara jasmani sekaligus rohani. Dan yang terakhir ini berbahaya jika … Baca Selengkapnya