Selembar Surat Untuk Tuhan
Hari Minggu:Selesai menyalatkan jenazah—–aku membayangkan kerandayang digotong beramai-ramaimenuju liang kuburan itu adalahkenangan jalan hidupku. Hari Senin:Sehabis gelap kelelawar akan pulangmencari ruang yang tak tembuskilau cahaya—–seperti rimbun pikirankuyang menyusuri refleksi lorong hatiagar jiwa tak sampai melukai raga ini. Hari Selasa:Aku terbata-bata membaca firmanmuyang menjadi sabda para nabi:zat maha-cahaya yang memainkantombol kilau purnama dan bintang-bintangpenghias angkasa—sewaktu doaku … Baca Selengkapnya




