Mempuasai Musa

Jean-Léon Gérôme 1824-1904 melihat Firaun tegak melakonisegala sifat kesombongan di hadapanMu kekuasaannyahanya serpihan daun gugur Tuhanku sambil terus mencariMumenagih janjiMu &sebagai hambaMu aku masih tetapmenjadi aku walau gurun berhamburansungai nil keringlapar, wabah, & rasaputus asa merajalela aku adalah akuyang akan tetapmenjadi Aku sebab tugasku hanya semusim rindu dengan pembebasan bangsakukini giliran kenangan yang memamerkankekerasan & […]
Pintu Fitri

Door Knocker (1938) pintu yang akan membukakan diriluar dalam, lahir batin kecuali kenanganpada kisah lain dari yang kita kenal fitri yang akan meluruhkan kembaliserluruhnya, seluruhnya kecuali kerinduanpada lebaran lain untuk lain waktu.
The Old Man and The Trees

Jan Ladislaw Sýkora 1852-1928 Aku pernah tak sengaja mendengar ibu dan ayah bercakap tukar cerita sambil menunjuk pohon tua sebelum magrib menggema:Mereka menanam pohon di waktu kelahirankuAyah membalik tanah dan ibu mengikat doa serupa taliLalu ari-ariku nyungsep ditelan merah tanah iniAyah menyiram dan Ibu menyusui Kini dapat aku cium harum pohon tua ituSungguh pun pucat […]
Lebih Jauh dari Seribu Bulan dan Puisi Lainnya

Paul Nash 1889-1946 Lebih Jauh dari Seribu Bulan menziarahi malammenabur bunga pada ruas-ruas hati yang biru lebammerapal puja-puji pada singgah yang lekas pergi air mengalir untukbebunga yang gagal semidi telaga perenunganaku membasuh dadapada dendam yang bergelantungan meski ruang tamu terlihat jelas dari ambang pintukaki masih terbelenggu untuk datang ke hadapan-Mu sebab pulang kini lebih jauh […]
Misalkan Kita Tinggal di Kota itu

Fernand Léger 1881 – 1955 Sore-sore di siniterasa seperti dinginnyagencatan senjata sore-sore di sinikita keluar dari markas persegi,memandangi tembok tembokyang menjadi kacau dari bentuknya semuladengan banyaknya bekas luka di punggungnya sore-sore di siniinformasi dimasak ke berbagai bentuksajian yang terhampar di atas meja panjangdengan alas darah dengan hiasan bunga kering sore-sore di sinikita isi dengan berbagai […]
Kursi Lailatul Qadar

Johann Georg Wagner 1732-1767 kita harus mampudan beranimenghadapi kursi-kursikosong itu apabila tak satupundiduduki penontonpada setiap pertunjukanseribu bulan beribu malam maka dengan puisi iniaku bersaksibahwa tak ada pengalamanpuitika yang lengkap tanpa publik kita butuh reaksi-reaksipenonton karena kitaingin melihat di titik manakita bisa bertemu mengukuhkan kembali ikatan batindengan kenyataan hidupyang terus-menerus, terjagadan tak merasa berat memeliharakursi-Nya meliputi […]
Ramadan Terbilang Sunyi

Vincent van Gogh (1853-1890) sebelum berpuasaaku telah lebih dulumenahan badaidi pelupuk mata menjelang sahurdi malam yang riuhkesunyian telah lebihdulu menetap air mata berjalanmengarungi tubuhhingga menetespada waktu berbuka di antara riuh sukaria keluargaaku masih merawat sunyi dasawarsa aku masih ingin bersamanamun kulihat raga dan jiwamuseperti gelap yang ditelanmalam, bahkan aku tak sempatberbicara setelah engkau berkata; “kaulah […]
Panduan Mencintai Hujan

Anton Mauve 1838-1888 1)tanamlah tumbuh-tumbuhandi halaman hatimulalu bersihkanlah segalasampah yang bersarangdi sel-sel darahmu kelak, ketika kau bertemuhujan, tumbuhan itu akantumbuh-berkembangmenjaga aliran sungaidarahmu dan merawatkesuburan kulitmu 2)rawatlah hewan-hewandi hutan pikiranmulalu berilah makan agarekosistem akalmu terjagadari para pemburu kelak, ketika bertemuhujan, hewan-hewan ituakan bernyanyi riangdan menghalau segalamacam propaganda yangdatang di memori ingatanmu 3)setelah itu, hujanakan mencintaimujauh sebelum […]
Mempuasai Muhammad dan Puisi Lainnya

David Cox (1783-1859) Mempuasai Muhammad perjalananku sedalam lautsetinggi gunung, seluas cakrawalamelesat cepat bagai berjuta cahaya:Allah, Allah, Allah —aku menujuMumelewati cermin masjidil-haramke bayangan masjidil-aqsa, mencatatperdamaian dan peperanganyang terekam album semesta kini ziarahku mengais segala musimsegala gerak pengembaraandan segala puncak langit ilahi:kehidupan para pendahuluberagam kitab pedoman itulahir dalam jiwaku. Mempuasai Isa dengan segala takdirMumenghidupkan akuwahyu yang merasuki […]
Di Ambang Pertaruhan dan Puisi Lainnya

Fritz Lach 1868-1933 Di Ambang Pertaruhan pada hutan yang menggema suara pohon-pohonAku adalah berbatuan lumut penyembah hujanadakalanya seperti patahan kayu hanyut ke alir laut sepi sebagai kawan sunyisendang hati meramu doa-doaberharap menginang datang di dermagaentah perahu-perahu pembawa jantung debarentah kapal kecil pembawa segudang kupu-kupu namun pada ladang gersang ituengkau menghias langit haru birumenjelma merpati putih […]