Vincent van Gogh (1853-1890)

sebelum berpuasa
aku telah lebih dulu
menahan badai
di pelupuk mata

menjelang sahur
di malam yang riuh
kesunyian telah lebih
dulu menetap

air mata berjalan
mengarungi tubuh
hingga menetes
pada waktu berbuka

di antara riuh sukaria keluarga
aku masih merawat sunyi dasawarsa

aku masih ingin bersama
namun kulihat raga dan jiwamu
seperti gelap yang ditelan
malam, bahkan aku tak sempat
berbicara setelah engkau berkata;

“kaulah satu hal
yang penting
dalam hidupku.”

tak apa, mungkin setelah ini
aku hanya semusim rindu
yang berharap pada dekapan

agar membuatku nyaman.

Gunung Putri, 2020-2026

satu Respon

  1. Wah selamat Akmal puisinya benar benar menyentuh hatiku.
    Tak bisa kubayangkan jika Akmal terus menulis puisi, akan menyadi Penyair melebihi ketenaran W.S. Rendra atau Marcia Garcia Lorca
    Teruslah menulis Akmal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *