Eleanor Fortescue-Brickdale (1871-1945)
Izinkan
:untuk Andiani
Jika ada kilau permata yang lebih
terang dari sinar mentari pagi
barangkali itu adalah
senyum pada lesung pipimu.
Kembang-kembang bersemi
dalam hangatnya lembayung
pagi yang membasuh wajahmu
dengan keindahan.
Izinkan aku memetik setangkai
puisi pada lesung pipimu.
Puisi itu akan tumbuh subur
di ladang hatiku, sayang.
Purbalingga, 2025
Jumat
Seorang bocah kecil
yang bersarung lugu itu
tidak mau mendapatkan
imbalan unta
pada shaf pertama.
Yang ia mau
Hanyalah sebungkus
nasi rames
yang hendak ia makan dengan
sepotong rasa bahagia.
Purwokerto, 2025
Tersesat
Di rimba digital, kita serupa majnun
Mencari cinta di semak instagram
Mendamba kekasih di terjal media sosial
Tidak ada yang mampu menumpas dahaga validasimu
Pengakuan serupa kerikil kecil
yang bisa melukai hati kecilmu yang lugu.
Pujian serupa kafein dalam kopi yang membuatmu
sudi untuk menyeruputnya berulang kali.
Tidak ada jalan keluar bagi kau yang
tersesat di rimba media sosial.
Hanya ada lentera kecil di hatimu yang
barangkali bisa menujumu ke jalan pulang
yang sejati.
Purbalingga, 2025

