Eleanor Fortescue-Brickdale (1871-1945)

Izinkan

:untuk Andiani

Jika ada kilau permata yang lebih
terang dari sinar mentari pagi
barangkali itu adalah
senyum pada lesung pipimu.

Kembang-kembang bersemi
dalam hangatnya lembayung
pagi yang membasuh wajahmu
dengan keindahan.

Izinkan aku memetik setangkai
puisi pada lesung pipimu.
Puisi itu akan tumbuh subur
di ladang hatiku, sayang.

Purbalingga, 2025

Jumat

Seorang bocah kecil
yang bersarung lugu itu
tidak mau mendapatkan
imbalan unta
pada shaf pertama.

Yang ia mau
Hanyalah sebungkus
nasi rames
yang hendak ia makan dengan
sepotong rasa bahagia.

Purwokerto, 2025

Tersesat

Di rimba digital, kita serupa majnun
Mencari cinta di semak instagram
Mendamba kekasih di terjal media sosial
Tidak ada yang mampu menumpas dahaga validasimu
Pengakuan serupa kerikil kecil
yang bisa melukai hati kecilmu yang lugu.
Pujian serupa kafein dalam kopi yang membuatmu
sudi untuk menyeruputnya berulang kali.
Tidak ada jalan keluar bagi kau yang
tersesat di rimba media sosial.

Hanya ada lentera kecil di hatimu yang
barangkali bisa menujumu ke jalan pulang
yang sejati.

Purbalingga, 2025

  • Lahir di Purbalingga, 01 Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024). Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Karyanya termuat di berbagai media di antaranya; mojok.co, maarifnujateng.or.id, Majalah An-Nuqtoh, litera.co.id, tajdid.id, mbludus.com, ruangjaga.com, sukusastra.com, gokenje.my.id, dan geger.id. Kontributor "Covid-19 Pandemi Dunia" (2020), "Lintang 3" (2020), dan "Di Ujung Tanjung" (2020). Instagram: @yanuarabdillahsetiadi. WA: 085723806525.

     

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *