Telaga di Matamu dan Puisi Lainnya
dok. halimunsalaka (h.p) Telaga di Matamu lalu; jam menunjukkan pukul sekian-sekian:pagi merambat jadi siang,siang perlahan mengendap jadi malam aku terpekur dalam diam,membiarkan waktu merayap tenang;segala yang lama terurai perlahandan aku, tanpa kata, hanya berdirimenjadi saksi bisu bagi waktu yang tak pernah berhenti langkahku pun terhentidalam sunyi yang mendalam,dan di sela detik yang tak terdengar,kutemukan sebuah … Baca Selengkapnya
