Dengan Puisi Kutantang Waktu dan Puisi Lainnya

Dengan Puisi Kutantang Waktu dan Puisi Lainnya

Kurz & Allison 1892

Dengan Puisi Kutantang Waktu

sebelum kuhunuskan dan kutikam puisi ke jantung waktu, telah kuasah larik-larik ini di medan makna, saat fenomena hidup berperang sebagai kesatria

o, makaya: bunuhlah mantra, bunuhlah mantra!

dan ketika mulai kutikam puisi ke jantung waktu, bait-bait menjelma jeritan nenek moyangku, di mana darah waktu memuncratkan serpihan sejarah, wajah-wajah tanpa nama dari berjuta-juta umat manusia

o, makaya: lenyapkan mantra, lenyapkan mantra!

maka, dalam tubuh waktu itu sejarah kalah telak di hadapanku, sebab puisi-puisiku lahir dari kubur keniscayaan, menyerang jarak antara ruang dan kejadian

ya, kalam: akulah Indonesia, akulah Indonesia.

Kubur Keniscayaan

akhirnya maut telah bicara
di hadapan kita berdua

: ya Indonesia, ya Indonesia

kita wahanai maut bersama-sama.

Akhirnya Maut telah Bicara

dan neraka mengunjungi kita sebagai bencana.

Bogor, 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *