Jam Saku Thomas Karsten

Eduard Majsch (Austria, 1841 – 1904) Laras detik jam saku perak itu tidak pernah berbohong. Bagiku, denting satu-dua, satu-dua yang beresonansi di dalam cangkang logamnya adalah debar jantung Thomas Karsten yang tertinggal di Semarang. Di bawah temaram lampu minyak yang bergoyang di langit-langit berjamur, aku menatap rancangan penataan Oudstadt—Kota Lama. Lembar-lembar kalkir itu sudah menguning, … Baca Selengkapnya

Membaca Buitenzorg: Semiotika Latar dalam Bunga Roos dari Cikembang

Johan Conrad Greive (Belanda, 1837–1891) Ketika membaca sebuah novel, pembaca sering kali lebih tertarik pada tokoh dan alur cerita daripada latar. Tokoh dianggap sebagai penggerak cerita, sementara latar hanya dipahami sebagai tempat peristiwa berlangsung. Padahal, dalam banyak karya sastra, latar tidak pernah benar-benar netral. Ia bukan sekadar ruang yang ditempati tokoh, melainkan sistem tanda yang … Baca Selengkapnya