Johann Georg Wagner 1732-1767

kita harus mampu
dan berani
menghadapi kursi-kursi
kosong itu

apabila tak satupun
diduduki penonton
pada setiap pertunjukan
seribu bulan beribu malam

maka dengan puisi ini
aku bersaksi
bahwa tak ada pengalaman
puitika yang lengkap

tanpa publik

kita butuh reaksi-reaksi
penonton karena kita
ingin melihat di titik mana
kita bisa bertemu

mengukuhkan kembali ikatan batin
dengan kenyataan hidup
yang terus-menerus, terjaga
dan tak merasa berat memelihara
kursi-Nya

meliputi langit dan bumi.

2026

  • Aktif berteater bersama Paseduluran Lidah Daun. Menulis puisi, esai, dan sejumlah drama. Tinggal di Pamulang, di padepokan Rumah Tumbuh Muthmainah.

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *