Memetik Puisi

Maximilien Luce (1858-1941) Kutulis larik-larikdari ratusan kata yang kupilihkupetik satu demi satukuraba setiap lekuknyakubayangkan hidup-hidup Kemudian kususun menjadi kalimat,kubungkus dengan pita paragraf,kuamati ulang setiap sudutnyahingga kupastikan tak ada satu pun katayang tertinggal Setelah semuanya tampak selesai,kukirim surat inidengan marahyang tak tahu ke mana harus kualamatkan Tentang perang yang tak berkesudahantentang kelaparan yang tak mengenal musimtentang […]
Berbukalah dengan yang Magis-Magis dan Puisi Lainnya

Paul Cézanne 1839-1906 Berbukalah dengan yang Magis-Magis aku coba mendekat setelah jauh terlalu lama dari doa-doa yang dipatahkan cakrawala & tuhan yang berjanji mengelus ubun-ubun di sepertiga malam yang berembun aku pernah mengutuk perihal doa-doa yang tidak dikabul sebab dunia fasih betul mempuasai jawaban & mempuisikan kebungkaman— enggan menoleh pada hamba yang lungkrah lalu lutut […]
Bayang Layang Sore Hari dan Puisi Lainnya

Etienne Parrocel 1696-1776 Elegi Pagi Seekor Burung Di pucuk pohon kesukaan kita, rindu adalah sepasang burung musim semi, bersuara saban pagi. Paruh bertaut pada hari yang selalu basah oleh embun dan hujan. Angin menjadi saksi janji yang dirajut antara awan juga langit gelap. Dua sayap mengepak dalam irama yang sama. Tak pernah terbayang langit sanggup […]
Menyibak Perjalanan Air dan Puisi Lainnya

Albert Cézard 1902 Menafsir Sahajamu : Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Ingin kutulis di sampingmu seuntai kata menggiringsemangat penuntut ilmu jiwa berkah selalu seiring ditangkupan tanganmu, kupeluk lewat doamenerima tumpuan ilmu hingga renta Ingin kusampaikan kepadamucahaya Sabilal Muhtadinkebahagiaan lapang hidupkudemi nasihat nyata Ad-din di bibirku tasbihkan, jejali rindu berjarakingin begitu dekat bertukar cerita:keindahan menyusuri dermaga […]
Mempuasai Nuh dan Puisi Lainnya

Dominik Schuhfried 1810-1877 Mempuasai Nuh di atas tanah perjanjian manusialautan kini merindukan banjirMuketika kota membendung lajur sungaidan ketika desa membabat pohon-pohon:segala rindu macet di tengah jalansebab kenangan dan iman lenyaptenggelam tak ada lagi bahtera, apalagi kata-kata. Mempuasai Ibrahim berapa pun mahalnya perjalanan menujuMuwalau sakitnya mengendarai waktuapi rindu yang membakarku takakan mampu menghalaucintaku padaMu bagaimana puntak […]
E-BOOK SURAT-SURAT UNTUK BOGOR: EDISI HARI JADI BOGOR KE-543

—Perayaan Hari Jadi Bogor: Sebuah Renungan DOWNLOAD: E-BOOK SURAT-SURAT UNTUK BOGOR: EDISI HARI JADI BOGOR KE-543 Pernahkah kita bertanya, bagaimana awal mula Bogor memperingati hari jadinya untuk pertama kali (tahun 1973) setelah ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD Kota dan Kabupaten Bogor (tertanggal 26 Mei 1972)? Tahukah kita jawaban dari pertanyaan tersebut? Apakah meriah perayaan Hari […]
Kemungkinan-kemungkinan (Hari Jadi Bogor) Selain Hari Jadi Pajajaran

Berbicara masa lalu, selalu ada pembicaraan tentang kemungkinan. Pada bagian ini, mari kita coba kupas kemungkinan-kemungkinan yang ada terkait peradaban dan puncak kejayaan yang akhirnya bisa saja diposisikan sama dengan Pajajaran (baca: penobatan Prabu Siliwangi dan perayaan Ibukota Pakuan Pajajaran) sebagai patokan Hari Jadi Bogor (HJB) hari ini. Secara bersih juga jernih, bagian ini bukan […]
Hari Jadi Bogor Adalah Hari Jadi Pajajaran

Masyarakat Bogor tentu saja akan setuju jika judul tulisan ini dijadikan pernyataan bersama. Tapi pernahkah kita semua mempertimbangkan kembali mengapa pernyataan itu kita amini bersama? Pernahkah kita usil mengira dan menimbang ulang mengapa Bogor pada akhirnya memilih hari jadinya dengan mengacu pada masa Pakuan Pajajaran? Sepertinya harus kita bahas bersama pertanyaan usil itu dalam tulisan […]
Mengapa Kita Mesti Memikirkan Ulang Tentang Hari Jadi Bogor?

ilustrasi: @Alanwari —Pengantar Surat-surat Untuk Bogor #2 Untuk memulai ini semua, coba kita memikirkan terlebih dahulu tentang mengapa banyak kota-kota di Indonesia hari jadi-nya lebih tua ketimbang Indonesia itu sendiri? Katakanlah semisal DKI Jakarta, Medan, Ciamis, Palembang, Surabaya, Jogjakarta, juga Bogor, yang usianya sudah mencapai ratusan tahun bahkan ribuan tahun (Palembang, 1341 tahun), padahal Indonesia […]
E-Book Serial Ramadhan Berbuka Puisi #2

ilustrasi: Alanwari Ketika kita sangkut-pautkan dengan pertanyaan: apa makna lebaran (kemenangan) pada Selamat Berbuka Puisi #2 kali ini? Kami jelaskan kembali bahwa puisi-puisi yang terbit telah menggambarkan antusiasme para peracik puisi bersama muhasabah pada setiap kata-katanya. Sejujurnya, Selamat Berbuka Puisi #2 telah mencapai kemenangannya. Artinya, dengan tuntasnya edisi #2 ini, kenyataannya lebih baik dari edisi […]