Lapangan Sepak Bola Tak Hanya Jadi Tempat Ajang Pertandingan Olahraga Semata, Lebih dari itu Ia Menjadi Medan Perlawanan

dok. foto (piyat) Bukanlah sesuatu hal yang baru ketika lapangan sepak bola menjadi medan perlawanan terhadap kesewenangan pemerintah. Mari sejenak menengok sejarah. Di tahun 1930, ada seorang Insinyur Sipil yang mencoba menyemai semangat perlawanan dengan cara membentuk organisasi sepak bola sebagai upaya menentang pemerintahan kolonial belanda, ia bernama Soeratin Sosrosoegondo. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, […]
Pergilah, Jangan Kembali! dan Puisi Lainnya

Pergilah, Jangan Kembali! pergilah, jangan kembali!pelajari segala cakrawalayang tak terbatasdan sebaris kata-katayang hanya bisa di-ejaoleh Tuhan tumbuhan purba, hewan purba,laut purba, gunung purba, manusia purba pergi dan pelajarilah baris kata purba ituseterang matahari, sehangat rembulan,seramai nyanyian alam jangan kembali, pergilah!ke jantung inti bumipelajari segala macam rupamakhluk dan setumpuk bukuyang hanya bisa dibacaoleh Tuhan bab-bab peradaban […]
Lagu Bimbo di Barak Tentara dan Puisi Lainnya

Lagu Bimbo di Barak Tentara Ada anak bertanya pada bapaknyaBuat apa berlapar-lapar puasa Rasanya tak perlu ada pertanyaan. malam tak pernahselesai di kota ini—selalu gelap dan akan selamanyabarangkali kita tak memiliki apa-apa lagi esok hari. Lapar adalah cara kita merasakan bagaimana sebuahnegara diringkus oleh sekawanan orang bersenjata. Mereka lapar setelah tahun-tahun berdarah itu—dan sebuahedo-tensei membangkitkan […]
Dalam Perlawanan Mengembalikan Tentara Ke Barak, Kubuat Surat Cinta Ini Untuk Kengkawan Di Pakuan!

Sejarah, seperti yang selalu ia lakukan, punya kebiasaan buruk untuk terulang. Kali ini, kita kembali berdiri di tikungan tajam: militer kepengen lagi masuk ke ranah sipil. Bukan dengan sepatu laras dan moncong senapan. Tapi kali ini lewat pintu yang lebih elegan: RUU TNI. Militer, seperti biasa, tak pernah benar-benar pergi dari kehidupan kita. Mereka selalu punya […]
Berlangitkan Harapan dan Puisi Lainnya

Berlangitkan Harapan sepertiga malam hari yang kesekianAku seperti kehilangan rasa kantukterasa ribuan doa bergeriliya–ribuan lafal mengaminkanlangit-langit kamarku jalan kita panjang, semoga menyenangkan,doa-doa berbinar selalu terhembuskan seperti layar teater yang penuh warnapenuh senyuman, tangisan dan harapanAku hanya ingin menukar lelah, air matadengan doa dan bahagia. Sukrosa dialog malam selalu menjadi penenangmenenggelamkan rasa, hingga lelaptanpa paksa dan […]
Perempuan yang Mengaku Kenyang Saat Kutawarkan Puisi dan Puisi Lainnya

Perempuan yang Mengaku Kenyang Saat Kutawarkan Puisi Kau dan aku bertukar kata-katamengatur volumeAku menawarkan berbagai hidangansebanyak dua kali Sampai sore hari, sejumlah hidangan berjalan-jalandi ruang tamu yang sudah berantakan,gelas-gelas dan piring saji,sisa-sisa kopi dan makanan pagi hari Beberapa cemilan kecil berjatuhandi meja makan satu-satunya ruang suci untukkudan waktu terus-terusan mengambil sisa-sisa berat badanku,Lalu perempuan itu […]
Tahun Telah Berganti dan Puisi Lainnya

Meletakkan Cinta di Atas Bantal ketika dewasa kita akan kesulitan meletakkan kepaladi atas bantal: kehidupan dewasayang panjang dan bosan tak akan pernah memberi waktujeda sekadar merebah atau menyusun kembali kepingan tubuhyang patah dari hari-hari yang lelahdan tak kunjung sudah letakkan cinta di atas bantalmu: sekarangtak ada yang mampu mencintaimusama seperti bantal kasurmu itu mencintaimumenyangga seluruh […]
Hadiah dari Ibu dan Puisi Lainnya

Hadiah dari Bapak Beberapa tahun lalubapak pandai berjanjiBila puasa penuh, pilihlah tiga laut paling biruLalu, selami tubuhmu dengan pantasBila tarawih penuh, bapak akan pastikan ribuansaku yang menggantung di samping dadamutidak pernah dangkal Hingga akhirnya waktu menuaBapak kini pandai berlagakBila tiba waktu berbuka, bapak asyikmengais senja dan menahannya di balik jendelaBapak memandang lamat-lamat ujung lautsampai waktu […]
Karena Sekarang ke Kota Sudah Jauh dan Puisi Lainnya

Karena Sekarang ke Kota Sudah Jauh Di bawah kakiku berhimpitan Apa-apa yang pernah menjadi cita-cita. Karena sekarang Kota sudah jauh Maka, pelan-pelan hal itu lebur di tanah, lenyap seperti horizon & biskita. Di atas kepalaku Nyanyian putus asa Berputar Sepanjang jalan mencari kerja dan mencari kawan diskusi dan mencari kebaikan yang diberi negara. […]
Yang Maha Meliputi dan Puisi Lainnya

Yang Maha Meliputi Di ujung gelap fajarAku menyandarkan diri lewat pesona-MuSetelah semalam terjagadan menyimpan bermacam maknatentang rentang mahligai rasa—perihal cinta yang bersemangatatau rindu yang terjaga Aku kalut akan raung nada yang tercipta oleh laku-MuHanya saja keteguhan sapa tak kuasa sanggup buatku luluhLambaian deraimu tak kuasa buatku tersipuHai Sang Ratu, bisakah kau mendengarku? Andai saja kekasihku […]