Pada Gema Malam Takbir, Ketika Rakyat Kecil Indonesia Bersama-sama Mengalunkan Doa dan Puja: Memohon Maha Pembalasan-Nya Kepada Kezaliman Para Penguasa dan Puisi Lainnya

Pada Gema Malam Takbir, Ketika Rakyat Kecil Indonesia Bersama-sama Mengalunkan Doa dan Puja: Memohon Maha Pembalasan-Nya Kepada Kezaliman Para Penguasa hambaMu yang penguasa Indonesia ituYa Allah, mengapa begitu zalim pada kamihambaMu juga yang rakyat kecil papa hambaMu yang penguasa Indonesia sertajajaran-jajaran yang menguasai pulau Jawa,Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua,Timor, dan pulau kecil lainnya ituYa Allah, mengapa […]
Buka Bersama Pewarta dan Puisi Lainnya

Buka Bersama Pewarta pewarta cuaca hari ini absensedang buka bersama di ruang gulanamengambil dua buah kurma dan satu gorengankatanya itu cukup untuk menahan petaka tapi, magrib tidak pernah berbohongmelihat Pewarta jalan tergontai ke etalasewarung nasi memilih lauk-pauk atau takluk:pramusaji tetap siap untukmenyambut sehangat isu terkini Pewarta tetaplah pewarta,coba menata kembali bahan prediksi cuacanamun masih dibayangi […]
Belum Sungguh Sunyi dan Puisi Lainnya

Dreescodeku Hitam aku pakai warna hitamuntuk orang-orang yang dimiskinkandan dilemahkan sebelum kau bertanyabagaimana hidup di sisi kota ituyang tak punya harapan dan kelaparanaku telah berada pada denyut di antaranyadan di sini aku akan terus merintihrasa sakit hati inilah satu-satunya pemicuyang mengerahkan pemberontakan dalam diridari kesabaran tak terbatas yang kian membeku dresscode hitam seperti kau kenakan itukubaca sebagai […]
Lelaki Rumputan dan Puisi Lainnya

Patah Hati Seperti Orang Jatuh Cinta persidangan puisi kemarinaku bercerita tentang sakithati dan kehilangan tuhan karena kedekatanku dengan puisilebih pedih dari penalakanku pada duniaatau selamat tinggalku kepada benda-benda puisi mengenali kembali siapa diri inimaka menciptalahdan patah hati seperti orang jatuh cinta. 2025 Upawasa selama puasa perut laparku terus berkurangsampai selera telah kehabisan tempatsampai merayu berbuka […]
Seperti Lailatul Qadar dan Puisi Lainnya

Seperti Lailatul Qadar aku menunggumu, insebelum bulan malam inipualam di mataku. maukah kau menghidupkanjiwaku yang padam,dengan cinta paling menyala tak ada lagikeraguan dalam diriku,ketika seluruh ingatankubekerja hanya untuk merindukanmu maka datanglah padaku, ingenapilah keganjilan hati ini,agar kesunyianku sempurna;dalam memeluk keberkahan. Batuputih, 2025 Reportase Rindu setelah melintasijembatan Suramadu,sejumlah gerimistiba-tiba mengepungku di sini,udara makin asin,sedang mataku merasa […]
Antar Jemput Nyawa dan Puisi Lainnya

Antar Jemput Nyawa Apa yang kau harapkan dari orang-orang yang pernah sejalan denganmu? Benarkah mereka peduli denganmu selamanya, bila pada saat tubuhmu yang renta itu akan rubuh, cuma kau sendiri yang merenovasinya kembali? Apakah mereka akan datang membantu pertukanganmu, membawakan sekotak rasa peduli? Mungkin kini kau hanya bisa jadi maxim saja, antar jemput nyawa dibayar […]
Apakah Kehendak Bebas Itu Ada? dan Puisi Lainnya

Menantang Takdir yang Binatang: MM aku mengirim mafhum & kau menerima maklum bahwa kita amat tidak tahu metode lebih baik dari melelehkan beku air-mata bersama selama berjam-jam di hotel underrated bernuansa Jepang sekitaran Menteng untuk menambal lubang peninggalan takdir yang binatang. tuhan tahu, ada kesepakatan tanpa anggukan kepala tentang kebukanan Beach House yang memangkas setiap […]
Waktu dalam Berpuisi dan Puisi Lainnya

Waktu dalam Berpuisi dan berjalan,dan berdiam melihat waktu,dan memakan waktu untuk bertemu,dan menulis puisi bukan berinvestasidan bercerita tentang puisi yang kutulisdari sisa-sisa masakan ibu pada waktu pagi hari Melihat kakak perempuanku membeli hidanganuntuk berpuasa, kadang-kadang aku lupa waktuberjalan begitu lambat dari biasanyapagi yang tak seperti pagi pada umumnya dan aku ingin mengatakan padamu bahwaaku berpuasa […]
Pergilah, Jangan Kembali! dan Puisi Lainnya

Pergilah, Jangan Kembali! pergilah, jangan kembali!pelajari segala cakrawalayang tak terbatasdan sebaris kata-katayang hanya bisa di-ejaoleh Tuhan tumbuhan purba, hewan purba,laut purba, gunung purba, manusia purba pergi dan pelajarilah baris kata purba ituseterang matahari, sehangat rembulan,seramai nyanyian alam jangan kembali, pergilah!ke jantung inti bumipelajari segala macam rupamakhluk dan setumpuk bukuyang hanya bisa dibacaoleh Tuhan bab-bab peradaban […]
Lagu Bimbo di Barak Tentara dan Puisi Lainnya

Lagu Bimbo di Barak Tentara Ada anak bertanya pada bapaknyaBuat apa berlapar-lapar puasa Rasanya tak perlu ada pertanyaan. malam tak pernahselesai di kota ini—selalu gelap dan akan selamanyabarangkali kita tak memiliki apa-apa lagi esok hari. Lapar adalah cara kita merasakan bagaimana sebuahnegara diringkus oleh sekawanan orang bersenjata. Mereka lapar setelah tahun-tahun berdarah itu—dan sebuahedo-tensei membangkitkan […]