Bayang Layang Sore Hari dan Puisi Lainnya

Etienne Parrocel 1696-1776 Elegi Pagi Seekor Burung Di pucuk pohon kesukaan kita, rindu adalah sepasang burung musim semi, bersuara saban pagi. Paruh bertaut pada hari yang selalu basah oleh embun dan hujan. Angin menjadi saksi janji yang dirajut antara awan juga langit gelap. Dua sayap mengepak dalam irama yang sama. Tak pernah terbayang langit sanggup […]
Menyibak Perjalanan Air dan Puisi Lainnya

Albert Cézard 1902 Menafsir Sahajamu : Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Ingin kutulis di sampingmu seuntai kata menggiringsemangat penuntut ilmu jiwa berkah selalu seiring ditangkupan tanganmu, kupeluk lewat doamenerima tumpuan ilmu hingga renta Ingin kusampaikan kepadamucahaya Sabilal Muhtadinkebahagiaan lapang hidupkudemi nasihat nyata Ad-din di bibirku tasbihkan, jejali rindu berjarakingin begitu dekat bertukar cerita:keindahan menyusuri dermaga […]
Mempuasai Nuh dan Puisi Lainnya

Dominik Schuhfried 1810-1877 Mempuasai Nuh di atas tanah perjanjian manusialautan kini merindukan banjirMuketika kota membendung lajur sungaidan ketika desa membabat pohon-pohon:segala rindu macet di tengah jalansebab kenangan dan iman lenyaptenggelam tak ada lagi bahtera, apalagi kata-kata. Mempuasai Ibrahim berapa pun mahalnya perjalanan menujuMuwalau sakitnya mengendarai waktuapi rindu yang membakarku takakan mampu menghalaucintaku padaMu bagaimana puntak […]
E-Book Serial Ramadhan Berbuka Puisi #2

ilustrasi: Alanwari Ketika kita sangkut-pautkan dengan pertanyaan: apa makna lebaran (kemenangan) pada Selamat Berbuka Puisi #2 kali ini? Kami jelaskan kembali bahwa puisi-puisi yang terbit telah menggambarkan antusiasme para peracik puisi bersama muhasabah pada setiap kata-katanya. Sejujurnya, Selamat Berbuka Puisi #2 telah mencapai kemenangannya. Artinya, dengan tuntasnya edisi #2 ini, kenyataannya lebih baik dari edisi […]
Pada Gema Malam Takbir, Ketika Rakyat Kecil Indonesia Bersama-sama Mengalunkan Doa dan Puja: Memohon Maha Pembalasan-Nya Kepada Kezaliman Para Penguasa dan Puisi Lainnya

Pada Gema Malam Takbir, Ketika Rakyat Kecil Indonesia Bersama-sama Mengalunkan Doa dan Puja: Memohon Maha Pembalasan-Nya Kepada Kezaliman Para Penguasa hambaMu yang penguasa Indonesia ituYa Allah, mengapa begitu zalim pada kamihambaMu juga yang rakyat kecil papa hambaMu yang penguasa Indonesia sertajajaran-jajaran yang menguasai pulau Jawa,Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua,Timor, dan pulau kecil lainnya ituYa Allah, mengapa […]
Buka Bersama Pewarta dan Puisi Lainnya

Buka Bersama Pewarta pewarta cuaca hari ini absensedang buka bersama di ruang gulanamengambil dua buah kurma dan satu gorengankatanya itu cukup untuk menahan petaka tapi, magrib tidak pernah berbohongmelihat Pewarta jalan tergontai ke etalasewarung nasi memilih lauk-pauk atau takluk:pramusaji tetap siap untukmenyambut sehangat isu terkini Pewarta tetaplah pewarta,coba menata kembali bahan prediksi cuacanamun masih dibayangi […]
Belum Sungguh Sunyi dan Puisi Lainnya

Dreescodeku Hitam aku pakai warna hitamuntuk orang-orang yang dimiskinkandan dilemahkan sebelum kau bertanyabagaimana hidup di sisi kota ituyang tak punya harapan dan kelaparanaku telah berada pada denyut di antaranyadan di sini aku akan terus merintihrasa sakit hati inilah satu-satunya pemicuyang mengerahkan pemberontakan dalam diridari kesabaran tak terbatas yang kian membeku dresscode hitam seperti kau kenakan itukubaca sebagai […]
Lelaki Rumputan dan Puisi Lainnya

Patah Hati Seperti Orang Jatuh Cinta persidangan puisi kemarinaku bercerita tentang sakithati dan kehilangan tuhan karena kedekatanku dengan puisilebih pedih dari penalakanku pada duniaatau selamat tinggalku kepada benda-benda puisi mengenali kembali siapa diri inimaka menciptalahdan patah hati seperti orang jatuh cinta. 2025 Upawasa selama puasa perut laparku terus berkurangsampai selera telah kehabisan tempatsampai merayu berbuka […]
Seperti Lailatul Qadar dan Puisi Lainnya

Seperti Lailatul Qadar aku menunggumu, insebelum bulan malam inipualam di mataku. maukah kau menghidupkanjiwaku yang padam,dengan cinta paling menyala tak ada lagikeraguan dalam diriku,ketika seluruh ingatankubekerja hanya untuk merindukanmu maka datanglah padaku, ingenapilah keganjilan hati ini,agar kesunyianku sempurna;dalam memeluk keberkahan. Batuputih, 2025 Reportase Rindu setelah melintasijembatan Suramadu,sejumlah gerimistiba-tiba mengepungku di sini,udara makin asin,sedang mataku merasa […]
Antar Jemput Nyawa dan Puisi Lainnya

Antar Jemput Nyawa Apa yang kau harapkan dari orang-orang yang pernah sejalan denganmu? Benarkah mereka peduli denganmu selamanya, bila pada saat tubuhmu yang renta itu akan rubuh, cuma kau sendiri yang merenovasinya kembali? Apakah mereka akan datang membantu pertukanganmu, membawakan sekotak rasa peduli? Mungkin kini kau hanya bisa jadi maxim saja, antar jemput nyawa dibayar […]