Berdoa Sebanyak yang Kamu Butuhkan dan Puisi Lainnya

Berdoa Sebanyak yang Kamu Butuhkan sayang, ketika nanti berbuka dengan makanan yang di hadapanmu terhidang menggiurkanaku ingin kita saling mudah berdoa; pertama, berikan doa-doamu kepada orang-orang yang menyebabkan makanan itu ada tersaji hadapanmu. Kedua, berikan doa-doamu kepada siapa yang menghabiskan waktunya untuk memasak makananmu di tengah perutnya yang kosong. Ketiga, berikan doa-doamu kepada mereka yang […]
Anak yang Menari di Balik Puasa dan Puisi Lainnya

Anak yang Menari di Balik Puasa Anak itu kembali, ia yang meliuk ketika musim mendekap puasasekarang tampak lebih tua, selebihnya serupa: urakan, keras kepala tapi tetap bersuka sebab puasa kan jelanglalu anggur, dan malam, bersama kidung ibu setia digantung pada telapak kakinya–memandang ke depan tak membawa kita terlalu jauh, Mak. Tapi mata pandang sama sekali […]
Hidangan Puisi Perjamuan dan Puisi Lainnya

Hidangan Puisi Perjamuan Adakah magrib yang kamu janjikan, di antara takjil dan hujan, di antara perjamuan dan keramaian orang berlalu-lalang. Meja yang kosong, dan kamu yang berbohong tentang dosa dan doa. Serta air mata dan kerinduan yang sudah lama dinantikan. Melengkapi penantian kita pada waktu perjamuan, aku yang puasa, dan kamu yang berkuasa, kekasih. Tak […]
Puasa Pertama dan Puisi Lainnya

Puasa Pertama ketika menjalani puasa pertama ini,terasa bulan mati dan tahun samarhidup kembali puasa dan rakaat salatku hanya semusim,tak akan sampai mengikutimu, Muhammad:sukma dari segala maha cahaya purba,tirakat dari segala isyarat sunyi walau gairahku menjelajahi kedalaman doa,kobaran zikir: dan dalam tarikan napas sungai—sungai deras memburu samudra aku masih tak berdaya. Puisi Berbuka seusai berdoa, makan […]
Serial Ramadhan Berbuka Puisi #2: Puisi di Tengah Hidangan Berbuka Puasa

Ilustrasi @Alanwari Marhaban ya Ramadhan. Untuk mengawali pengantar kegiatan Berbuka Puisi edisi #2 tahun ini, kami sepakat mengatakan bahwa puisi begitu dekat dengan puasa dalam beberapa hal. Spektrum keduanya begitu berkilau dan bercahaya, meskipun tidak dapat disamakan secara definitif. Puasa, sebagaimana rukun islam ketiga, adalah ibadah yang menguji ketaatan seorang manusia beriman kepada Tuhan secara […]
E-Book Serial Ramadhan Berbuka Puisi

Semudah apa kita bisa menemukan puisi? Mungkin pertanyaan retoris itu tak penting dan tak ada gunanya. Tapi, pertanyaan itu menjadi demikian karena kita secara tak sadar sudah memahami jawabannya. Terlalu seringnya kita menemukan puisi, misalnya, menjadi salah satu jawaban. Atau barangkali, kita tak pernah menyadari betapa bertebarannya puisi di sekitaran kita yang akhirnya membentuk jawaban […]
Menerka Prosesi Puasa – Menelusuri Jalan Puisi

ilustrasi @alanwari Ketika di-hadapkan dengan persoalan puisi, kadang kami ingat Chairil Anwar yang putus asa, ..yang merangkaki dinding buta/ tak satu juga pintu terbuka, meminjam seutas puisinya berjudul “Tak Sepadan”. Lalu, ketika di-hadapkan dengan persoalan puisi melalui prosesi puasa, kadang kami ingat Maulana Jalaludin Rumi yang semangat menapaki labirin kehidupan, yang mengatakan bahwa, puisi itu […]
Selamat Berbuka Puisi & Selamat Berbuka Puasa

ilustrasi @alanwari Download Majalah di sini: Serial Ramadhan Berbuka Puisi Semudah apa kita bisa menemukan puisi? Mungkin pertanyaan retoris itu tak penting dan tak ada gunanya. Tapi, pertanyaan itu menjadi demikian karena kita secara tak sadar sudah memahami jawabannya. Terlalu seringnya kita menemukan puisi, misalnya, menjadi salah satu jawaban. Atau barangkali, kita tak pernah menyadari […]
Hari Lebaran

ilustrasi: @alanwari Hati yang menari lewat barisan perasaan: Rindu padaMu tak kunjung usai, menyatu dalam taburan doa dan nyanyian, sunyi . seperti riungan di bundaran meja makan yang membuahkan hangatnya makna pelukan keluarga yang seiring waktu berkurang lebih dulu pulang ke ribaan Tuhan . dan lalu suasana rumah menjadi kebun kenangan yang sejak lama tertanam […]
Malam Lebaran

ilustrasi: @alanwari Mari kita pakai baju Tuhan: utuh dan telanjang Oh, inikah rasa manusia? . 2024