Maximilien Luce (1858-1941)

Kutulis larik-larik
dari ratusan kata yang kupilih
kupetik satu demi satu
kuraba setiap lekuknya
kubayangkan hidup-hidup

Kemudian kususun menjadi kalimat,
kubungkus dengan pita paragraf,
kuamati ulang setiap sudutnya
hingga kupastikan tak ada satu pun kata
yang tertinggal

Setelah semuanya tampak selesai,
kukirim surat ini
dengan marah
yang tak tahu ke mana harus kualamatkan

Tentang perang yang tak berkesudahan
tentang kelaparan yang tak mengenal musim
tentang dahaga yang terus mencari telaga
tentang darah yang mengalir
tanpa lagi mengingat tubuhnya

Tentang layar-layar yang menyiarkan
janji dan angka
yang tak pernah benar-benar tiba

tentang ruang-ruang sidang
yang fasih berbicara
namun lupa mendengar

dan tentang aku
yang hanya mampu
memastikan satu kalimat
tidak salah eja.

Pamulang, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *