Paul Cadorette (1934-1943)

di lampu merah
persimpangan kota
dalam perjalanan
ramadhan kali ini
aku mencoba banyak
menitipkan nikmat syukur
yang kuselipkan di balik
dada dalam saku bajuku

walaupun aku sadar
bahwa kotaku sudah
terlalu tua untuk mewadahi
banyak luka yang ditanam
dan dipupuki oleh
harapan-harapanku yang
panjang

ia selalu tahu cara
menumbuhkan kehangatan
di segala isi hati
yang kusirami
pada setiap garis
tunggu pemberhentian:

batas kenangan dan impian

seperti memberikan kebesaran
kasihNya kepada hujan
yang dinginnya selalu
memeluk mimpi-mimpiku.

Bogor, 2026

  • Pria yang senang mengabadikan setiap langkahnya melalui sebuah foto. Sebab, melalui foto kenangan akan tetap sama dan tidak pernah berubah.

    Lihat semua pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *