Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Demonstration (1925) “Who do you call when the police murder?” Suatu pertanyaan yang tak jarang timbul-tenggelam ketika kita berselancar di dunia maya. Satu pertanyaan sederhana yang masuk akal di...
Dia yang berjalan mengembarai kehidupan. Adalah dia yang sepanjang hidupnya menjelajahi dunia hina dina, hanya untuk sekedar menertawakannya, karena dia telah menempuh semua perjalanan. Dia berjalan...
store in the rain (1927) “Amnesia sejarah menjadi fenomena yang berbahaya, bukan hanya karena menggerogoti integritas moral dan inetelektual, melainkan juga karena menjadi dasar bagi kejahatan yang...
dok. aksikamisanbgr kengkawan, mari kita ingat sebentar, ada satu metode yang dulu mengubah arah sejarah negeri ini. vincent bevins menyebutnya jakarta method.sebuah operasi senyap, sistematis...
“Malam ini saya bergembira. Kegembiraan saya tidak terutama karena rasa senang, melainkan justru karena saya merasa kegelisahan saya meluap-luap. Saya gembira kalau gelisah, dan kegelisahan itulah...
Mariazeller Wallfahrer in Kapfenberg rastend (1857) Hingga kini, aku masih sering kembali ke sana. Ke sudut gang yang berlumut, tempat gerbang keajaiban itu bersembunyi di balik ceceran puntung rokok...
Withered Leaves (1904) Ivar Arosenius (Swedish, 1878 – 1909) One must imagine Sisyphus happy. Albert Camus Apa gunanya hidup kalau pada akhirnya semuanya jatuh ke lubang kubur? Pertanyaan...
Village of Bethany and the Dead Sea (1804) Pagi itu langit begitu suram. Wajah-wajah begitu muram. Dentuman semalam menyapu mega-mega yang berarak melarikan diri ketakutan, sebab di mana-mana terjadi...
Een straat in het oude deel van Batavia (c. 1860 – c. 1880) Aku adalah Patih, bukan Patih dari segala Patih di keraton mana pun. Namaku tak lebih dari sehelai daun kering, terselip di antara...