Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.

Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.

Andaikan Rutum Sebuah Buku

dokumentasi; HandhykaPermana Dari luar, kos-kosan dua pintu berdampingan, masing-masing berukuran 3 x 5 meter, dengan halaman depan yang cukup untuk memasukkan sebuah mobil karimun atau 12 motor...

Dua Musim dan Keranjang Nikah

Edvard Munch (1863-1944) Keranjang Nikah pundi terisi, harga cincin naikrestu orang tua mahalundangan terasa seperti kredit aku menghitung lagi:bukan takut terikat,aku cuma tak mau berutangpada...

Problem Kecil tapi Rutin

dokumentasi; HandhykaPermana Malam minggu sepulang dari Rutum, hampir menjelang tengah malam, gerimis masih bercucuran, lalu tiba-tiba motor saya mogok di jalan, dan semua bengkel tidur pulas. Mau...

Lalu Lintas Rasa: Trayek Pamulang–Pamijahan

Henri-Charles Guérard (1846-1897) —sebuah surat sobek Beberapa waktu terakhir hujan turun cukup sering. Tidak deras terus, tapi rutin. Dari situ saya kepikiran satu hal sederhana: hujan ternyata tidak...

Rutum La’ibun wa Lahwun

dokumentasi: HandhykaPermana Rumah Tumbuh Muthmainah (Rutum) di Pamulang—sebagaimana kontrakan ini dimulai tidak hanya sebagai gudang buku dan workshop daur ulang kertas, tetapi juga tempat mengudar...

Lima Menit yang Riuh

Frida Kahlo (1907 – 1954) Lampu kamar sudah padam, namun lampu minyak di kepala seolah enggan padam, justru sumbunya semakin menyala saat kelopak mata kututup rapat. Aku mencoba membujuk kesadaran...

Universitas Iib adalah Kemuliaan Hidupnya

Obituari Syamsul “Iib” Maarif Seorang mahasiswa hukum yang ceria datang menemui saya di Rumah Tumbuh Muthmainah (Rutum) hanya untuk belajar (cara membaca puisi) deklamasi sajak. Betapa inkompetensinya...

Bahasa Waktu dan Puisi Lainnya

Maurice Lalau (1881-1961) Bahasa Waktu Usia terus menggali lubang di pemukiman padat nasibHendak mengubur masa kanak-kanak di samping pohon-pohon harapanApa yang sesungguhnya terjadi pada hidup? Waktu...

Burung Gereja dan Puisi Lainnya

Johann Baptist Drechsler (1756-1811) Burung Gereja aku membangun sarangdi atap rumah Tuhandari jerami dewi sriyang terhampardi tanah surgawi : sehelai kasih, segumpal kisahkun! jadilah rumah setiap...