Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.

Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.

Mengajarkan Kritik Sastra sebagai Pembelajaran Transformatif

Sebastian Stoskopff (1597-1657) Mengajarkan kritik sastra bukan perkara memperkenalkan sebanyak mungkin teori kepada mahasiswa. Ruang kuliah bukan arena untuk menghafal nama tokoh, aliran, atau...

Tunggu Puisi Memainkannya

..jika ada tanya “siapa kamu?”menunduklah karena malu, dan bersabarlahsebaik-baiknya jawaban, “maaf aku belum menjadi aku! belum menjadi(Uki Bayu Sedjati) Syahruljud Maulana melalui alih-wahana atas...

Pelajaran dari Seorang Dalang untuk Dunia Kepelatihan

Honoré Daumier 1808-1879 Seusai sarapan pagi ini, lalu bergegas mencari bakul kopi yang ready. “Mas, pesen kopi gayo jangan dikasih gula ya. Matur nuwun.” Setelahnya, saya ambil bagian...

Mata Kosong

Jacob Appel (1680-1751) Sebuah foto rumah rakit dengan aku memegang dua bilah kayu. Papan kayu melayang dari satu tangan ke tangan lainnya. Berakhir di perbatasan antar sungai dan darat, disusun rapi...

Jam Saku Thomas Karsten

Eduard Majsch (Austria, 1841 – 1904) Laras detik jam saku perak itu tidak pernah berbohong. Bagiku, denting satu-dua, satu-dua yang beresonansi di dalam cangkang logamnya adalah debar jantung Thomas...

Kertas dan Utas Kematian

Egon Schiele (Austria, 1890-1918) Kertas tergeletak 1. Tahun lalu meja makan sepi, seperti jalanan di waktu malam. Hanya ada tumpahan minyak bekas ikan goreng, juga beberapa nasi tercecer mengeras...

Digulirkan oleh Kata-Kata

Karena telat, saya tidak menonton pentas studi—seperti yang sudah-sudah—perpanjangan pertunjukannya adalah diskusi, namun terkadang lebih mirip evaluasi celaan, kritik hinaan, komentar rendahan, dan...

Sang Juara Kesetiaan dan Maestro Pelayanan: Tribute To Pakde Uki

ilustrasi: bowo wijoyo Samar-samar saya mengenal Pakde Uki. Mungkin sebatas bayang-bayang kalau bukan hanya kabut menyerupai. Namanya tidak asing bagi orang yang suntuk baca buku teater dan sastra...

Menyunting Tuhan di Atas Meja Pualam

Di hadapanku, layar berpendar biru fajar─warna yang hakikatnya sudah lama punah dari cakrawala kota ini, terkubur di bawah jelaga industri dan iklan holografik yang meneriakkan keabadian. Aku duduk di...