Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Mariazeller Wallfahrer in Kapfenberg rastend (1857) Hingga kini, aku masih sering kembali ke sana. Ke sudut gang yang berlumut, tempat gerbang keajaiban itu bersembunyi di balik ceceran puntung rokok...
Withered Leaves (1904) Ivar Arosenius (Swedish, 1878 – 1909) One must imagine Sisyphus happy. Albert Camus Apa gunanya hidup kalau pada akhirnya semuanya jatuh ke lubang kubur? Pertanyaan...
Village of Bethany and the Dead Sea (1804) Pagi itu langit begitu suram. Wajah-wajah begitu muram. Dentuman semalam menyapu mega-mega yang berarak melarikan diri ketakutan, sebab di mana-mana terjadi...
Een straat in het oude deel van Batavia (c. 1860 – c. 1880) Aku adalah Patih, bukan Patih dari segala Patih di keraton mana pun. Namaku tak lebih dari sehelai daun kering, terselip di antara...
A Prophet Seated on a Rock (1780) Cinta menggantungDi ujung mata seseorangyang kehilangan arah barat Padamu aku katakancintai batuyang beterbangan kupulangkan gairah hidupkukepada arus purbayang...
La Pierre au trois croquis (1904) Kalian tahu apa yang paling cepat menjangkiti mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya? Bukan flu, bukan juga masuk angin. Tapi: penyakit ikut-ikutan...
dok. halimunsalaka/handykapermana 17+8, 6, 136, 1, 10. Angka-angka jadi terdengar mendebarkan akhir-akhir ini. Dan kita sampai di episode paling hina dari peradaban politik nasional di mana akumulasi...
dok. halimunsalaka (syah) Dari hari ke hari, sepanjang aksi massa beruntun 25 hingga 31 Agustus kemarin, saya turun ke jalan. Saya bersedia ikut karena saya bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang...
Still Life with Pig’s Head, Pig’s Knuckles and Sausage (1600 – 1650) 3 hari lalu temanku menelpon. Ia mengajak berburu babi. Tentu saja awalnya aku tertawa terbahak-bahak, sebab pikiran macam...