Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Konon, setiap zaman melahirkan nabi-nabinya sendiri. Di negeri ini, seorang nabi datang tak diundang, membawa sabda yang—entah menggelikan atau menyedihkan—bergaung dengan penuh keyakinan: “Filsafat...
The power behind the scare-crow (1903) – John Samuel Pughe Beberapa hari terakhir, sebuah tulisan yang menyebut gerakan rimpang sebagai bahaya laten ramai dibahas. Dibilang gerakan ini terlalu...
Don Quixote and Horse Head – James Ensor (Belgian, 1860-1949) Kali pertama menonton orang “menunggangi banteng”, kesan saya langsung jiper, tapi senang dengan itu. Yang saya ingat hanya...
Scholars Consulting Books and a Globe Dalam dunia yang seragam dan dikurasi rapi estetika pasar, ada satu medium yang diam-diam melawan: Zine. Media Alternatif di tengah bisingnya wacana arus utama...
Kita kadung menerka bahwa filsafat adalah urusan kepala: soal logika, soal sebab-akibat, soal Tuhan dan ketiadaan-Nya. Tapi tahukah Anda bahwa orang Sunda, barangkali dengan sengaja, menyimpan...
William Merritt Chase – Monkeying with Literature (ca. 1877–78) Di tengah derasnya arus konten digital yang serba singkat dan praktis, ada seorang kerabat—penggiat sastra—yang memilih jalan...
Lucas Cranach the Elder, Melancholy, 1532 Peristiwa Yang Belum Sempat Diselesaikan – Luthfi Khoirul Umam Ada yang perlu benar-benar diselesaikan, sebelum segala bentuk peristiwa lampau ikut serta di...
Mengutuhkan Diri Kepada Sastra Setiap manusia mengutuhkan dirinya untuk memperkembangkan beribu kemungkinan melalui bidang apapun. Sastra, misalnya, suatu pengejawantahan nilai-nilai di dalam alam...
Ilustrasi @FihrilKamal Pengalaman ikut maiyahan yang paling menggembirakan hati saya adalah kekhusyukan saat duduk dan mendengarkan Simbah Nun (Emha Ainun Nadjib) berbicara. Rasanya saya belum pernah...