Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.
Dok. Kevin Pramudya Utama Fenomena sosial politik yang terjadi belakangan ini menggambarkan betapa tidak kuatnya masyarakat di negara demokrasi — di tengah permainan para oligarki. Bagaimana...
Dok.Pilkadoks Kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak akan dilangsungkan pada November 2024 mendatang untuk seluruh Provinsi, Kota, hingga Kabupaten se-Indonesia. Pemilihan Umum...
dok. X @dihaysss Rabu, 1 Mei 2024, tepat di Hari Buruh Internasional, lapangan sepak bola di gelanggang Pajajaran yang terbiar dan tertinggal mendadak bernyawa dan bergemuruh. Para muda, wanita dan...
Memesan Takdir . Lima jengkal dari bahasa tubuh telah menuhankan masa depan—gagas lirik, gagas puitik; Tuan-tuan takdir! Dan atas ketentuan izin paduka Kami.. Sebagai anak-anak yang berperan diri...
@ulisme OBESITAS aku mengangkutsekarung lemak liarlewat etalase mengerikanmakanan siap sajidapat menularjadi seribu penyakit bahkan telah menyebabkanberat tubuh terus meninggisetinggi langit...
dok. Marsudi-Swarnadi TARHIB GUNUNG kujumpai engkau sebagai gunungteraduk bersumbu kebaikanbercengkerama sederhana di benakku pada elok engkau masih di sanasaat itu pula kutersenyummenemukan diri...
Dok. halimunsalaka (PDS H.B Jassin) Apa sebenarnya yang dimaksud dengan puisi? Sampai mana batas-batas dunia puisi itu sendiri? Dua pertanyaan tersebut tentu akan membawa kita pada serangkaian teori...
Dok. Institut Pertanian Bogor Agus Vany atau yang kerap dipanggil Gusvan, lahir di Desa kecil bernama Indramayu, Jawa Barat, pada tanggal 30 Agustus 1998. Sejak kecil, Agus tumbuh dengan keluarga yang...
Gambar: Cover Buku Arkais/Sangam Pancaran lampu berkedip demi memperjelas aksara-aksara yang bergerak// Kian kemari// Tapi sunyi terus membungkam// (Sinta Ridwan, dalam sajak yang berjudul: Jubah...