Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.

Kala-pa merupakan wahana yang menampung karya-karya yang bertemakan umum, antara lain: cerpen, cerbung, cergam, novelet, puisi, dan seterusnya – dan sebagainya.

Dilema Legitimasi: Analisis Kritis Disparitas Narasi Sejarah Sumedang Larang vis-à-vis Sumber Eksternal

I Pendahuluan: Pluralitas Narasi dalam Historiografi Sunda Sejarah Sunda sering kali menjadi medan dialektika antara teks kuno, benda pusaka, dan kepentingan politik. Kerajaan Sumedang Larang...

Jika Pancasila Digagas oleh Tan Malaka

Siapa yang tidak mengenal bapak revolusi yang ditembak mati oleh tentara negerinya sendiri? Tentu kita  pasti sudah tidak asing jika mendengar kalimat, “Aku tidak akan berkompromi dengan maling...

Cara Terbaik Membuat Puisi

Lois Mailou Jones 1905 – 1998 “Saya buat di ChatGPT, Pak.” Jawaban jujur seorang siswa SMP ketika ditanya terkait tugas puisinya. Saya kecewa, lemas, dan mencoba mengingat: Dalam sebuah...

1970, Boom!

#sastrakertastua1 Beberapa arsip kita kuak dalam kegiatan (“medusa”) membaca dokumentasi sastra. Amsalnya, selalu berurusan dengan tahun 1970 tanpa janji akan mengerti sepenuhnya. Apa...

Chairil Anwar: Tubuh yang Rapuh, Ingatan yang Kaku

Ada penyair yang hidupnya terasa seperti sebuah kalimat pendek, tetapi kalimat itu terus bergema setelah titiknya jatuh. Chairil Anwar adalah salah satunya. Ia lahir pada 26 Juli 1922 di Medan...

Ketika Layar Menggantikan Langit Sore: Sebuah Esai tentang Masa Kecil yang Hilang

Edwin Austin Abbey (1852 – 1911) Konon, kita memang selalu merasa kehilangan, salah satunya adalah masa kecil. Bagaimana pun, waktu takkan pernah bisa terulang. Masa lalu takkan pernah memiliki...

Ruang Itu Spiritual

Penampilan Rumah Tumbuh Muthmainah (selanjutnya Rutum) tetap tampak biasa saja. Tak ada yang menonjol dan menarik sebagai kontrakan pada umumnya. Halaman kecil yang tak muat bila dimasuki mobil itu...

Sisa-sisa Keyakinan yang Belum Habis Dibakar Waktu: Catatan Pinggir dari Diskusi “Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan”

Minggu sore, 5 April 2026, angin datang lebih dulu daripada orang-orang. Ia berputar di halaman Dieu Geura. Menggesek daun. Menyusup ke celah-celah yang tak tertata, seolah bertanya, hari ini, apa api...

Memunguti Kunci yang Berserakan

Robert Frederick Blum (1857-1903) Hari ini 14 Februari, kaki menginjak kembali tanah air Indonesia raya. Setelah sekian lama pergi ke tanah rantau mencari penghasilan. Kami, saya dan beberapa teman...